Daftar Daerah Berpotensi Kekeringan Pertengahan Oktober
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah daerah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada pertengahan Oktober. Simak daftar wilayahnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk sejumlah wilayah Indonesia pada Dasarian II Oktober atau Periode 11-12 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pemetaan BMKG, peringatan kekeringan dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu Waspada, Siaga, dan Awas.
Berikut daftar wilayah berpotensi kekeringan pada pertengahan Oktober 2026 menurut kategori BMKG:
Waspada
Siaga
Awas
Hasil monitoring BMKG pada Dasarian III September 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian sebesar +0,457. Sementara itu, nilai Anomali SST di region Nino3.4 secara dasarian sebesar +3.44 yang menunjukkan intensitas El Nino sangat kuat.
Sementara itu, BMKG memperkirakan sekitar 76 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau saat ini.
"Saat ini sekitar 76 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau," kata BMKG dalam unggahan di akun Instagram resmi, Senin (12/10).
Berdasarkan analisis perkembangan musim pada Dasarian III September 2026, sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kondisi relatif kering, dengan hanya sekitar 5,7 persen wilayah atau sebanyak 40 Zona Musim (ZOM) yang telah memasuki musim hujan.
Meski demikian, dinamika atmosfer yang masih aktif tetap mendukung potensi terjadinya hujan dengan intensitas signifikan di sejumlah wilayah.
Curah hujan pada periode Dasarian I-III Oktober secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah (0-150mm/dasarian).
Memasuki Dasarian II Oktober, sekitar 66,09 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah dengan 0-50 mm/dasarian, diikuti kategori menengah dengan 50-150mm/dasarian sekitar 32,67 persen dan kategori tinggi dengan 150-300mm/dasarian sektiar 1,24 persen.
Menurut BMKG, dominasi curah hujan rendah ini menunjukkan bahwa potensi kekeringan meteorologis masih perlu diwaspadai, khususnya pada wilayah yang mengalami defisit curah hujan secara berkelanjutan.
(nad/lom)