Terungkap, Ini Penyebab Sistem Pertahanan Arab Saudi Kecolongan Serangan Houthi Bertubi-tubi
Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:30 WIB
Riyadh, VIVA – Serangan tiga hari berturut-turut yang dilancarkan Houthi ke ibu kota Arab Saudi, Riyadh memunculkan sejumlah pertanyaan terkait dengan sistem pertahanan udara negara tersebut. Sebagaimana diketahui, sejak Sabtu (10/10) hingga Senin (12/10) kelompok pemberontak di Yaman, Houthi melancarkan serangan hingga menyebabkan 14 orang tewas dan ratusan orang luka-luka.
Baca Juga
Menyusul dengan serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Houthi, Otoritas Arab Saudi telah membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab sistem pertahanan udara negara tersebut gagal menghentikan rentetan serangan. Mengutip laman Al Jazeerah, informasi ini disampaikan dua pejabat regional kepada kantor berita Associated Press (AP) dengan syarat identitas mereka dirahasiakan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut kedua pejabat tersebut, penyelidikan awal menemukan bahwa Houthi terlebih dahulu meluncurkan sejumlah drone untuk membuka jalan bagi serangan gabungan rudal jelajah dan rudal balistik. Rudal-rudal tersebut kemudian berhasil mencapai bandara.
Baca Juga
Houthi diketahui memiliki rudal balistik dengan hulu ledak yang dapat mengubah arah saat terbang. Kemampuan ini menjadi tantangan bagi sistem pencegat Patriot dan sistem pertahanan lain yang diandalkan Arab Saudi.
Salah satu pejabat mengatakan kepada AP bahwa penyelidik juga ingin mengetahui mengapa sistem pertahanan udara tidak memberikan peringatan lebih awal terhadap serangan tersebut. Rudal dan drone yang digunakan dilaporkan menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer untuk mencapai Riyadh.
Baca Juga
Sementara itu, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan serangan terhadap bandara selama sepekan terakhir telah menguji ketahanan negaranya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Peristiwa yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir sangat serius. Respons kita harus sama seriusnya," kata sang Menteri dalam sebuah konferensi energi di Riyadh.
Ia menambahkan, program Visi 2030, yakni rencana Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mendiversifikasi perekonomian Arab Saudi, harus terus berjalan. Investasi juga harus tetap berlanjut.
Houthi Ancam Serang AS jika Trump Ikut Perang Lawan Arab Saudi
Pejabat senior kelompok Houthi di Yaman memperingatkan Amerika Serikat bahwa keterlibatan dalam operasi militer pimpinan Arab Saudi untuk menyerang kelompok tersebut
VIVA.co.id
13 Oktober 2026