1.615 atlet junior sepatu roda meriahkan GWIS Open di Bekasi - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Sebanyak 1.615 atlet junior sepatu roda dari 13 provinsi ambil bagian pada kejuaraan Grand Wisata Inline Speed (GWIS) Open 2026 yang berlangsung di International Skating Rink Area Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada 4-6 September.
"GWIS Open 2026 ini menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang menjaring bibit atlet sepatu roda berprestasi yang diharapkan mampu bersaing di tingkat regional, nasional hingga internasional," kata Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat membuka kejuaraan, Sabtu.
Ia menilai ajang ini tidak sebatas kompetisi memperebutkan prestasi dan medali. Lebih dari itu, GWIS Open 2026 juga memiliki peran strategis dalam pembinaan sejak usia dini untuk mencetak atlet potensial yang kelak mampu berprestasi.
Menurut dia pembinaan melalui kompetisi terukur dapat membentuk atlet yang memiliki kemampuan teknis sekaligus diharapkan mampu melahirkan atlet yang akan memperkuat kontingen Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bahkan Indonesia dalam berbagai multi ajang.
"Kepada anak-anakku dan para atlet sepatu roda, tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Bertanding dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas dan patuhi aturan pertandingan," katanya.
Asep mengaku jumlah peserta kejuaraan ini menunjukkan tingginya antusias peserta dari seluruh Indonesia. Hal tersebut turut menjadi modal utama bagi pengembangan olahraga sepatu roda khususnya di Kabupaten Bekasi.
"Kejuaraan seperti GWIS Open 2026 ini dapat menjadi bagian dari persiapan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), maupun Pekan Olahraga Nasional (PON)," katanya.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perserosi Sandra Erawanto mengatakan GWIS Open 2026 mencatat jumlah peserta terbanyak dibandingkan kejuaraan sepatu roda yang sebelumnya pernah digelar, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga ini.
"Ini sekaligus menjadi modal utama untuk memperluas pembinaan atlet di berbagai daerah. Peserta mencapai 1.615 orang, salah satu jumlah peserta terbanyak. Sebelumnya sekitar 1.400 peserta, tetapi hari ini lebih banyak lagi," ujarnya.
Sandra berharap keberadaan arena sepatu roda di kawasan Grand Wisata ini terus dikembangkan sehingga dapat memenuhi standar untuk menggelar berbagai pertandingan level internasional.
"Kami juga berharap agar arena ini bisa ditingkatkan menjadi venue berstandar dunia. Kalau sudah berstandar dunia, kita akan lebih mudah mengundang atlet-atlet dunia untuk datang dan bertanding di sini," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.