Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 10 finalis terbaik beradu gagasan dan memaparkan inovasi wilayahnya dalam tahap penjurian final Benyamin S Award 2026 di Hotel Ascott Menteng, Jakarta Pusat.

Tahap yang juga beragendakan sesi tanya jawab bersama para juri ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko pada Kamis (15/10) pagi.

Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda DKI Jakarta, Tona Hutauruk menyampaikan bahwa Benyamin S Award dirancang sebagai fondasi kebijakan dan akselerator untuk mendongkrak peringkat Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan menjelang usia lima abad.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini merupakan upaya memperkuat daya saing kota kita melalui pengembangan potensi lokal menuju global tanpa kehilangan identitas aslinya. Selain itu, ini juga menjadi upaya menguatkan partisipasi dan kekompakan warga," ujar Tona.

Pada tahapan ini, para lurah ditantang memaparkan potensi dan keunggulan wilayah masing-masing selama 10 menit. Penilaian berlandaskan empat pilar utama, yakni Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera.

Juri Benyamin S Award 2026, Nirwono Yoga, menyampaikan apresiasi atas kualitas paparan seluruh finalis. Menurutnya, ajang ini membuktikan banyaknya potensi di tingkat kelurahan yang layak diangkat ke tingkat kota.

"Paparannya luar biasa. Ini semakin menguatkan bahwa melalui program Benyamin S Award, banyak potensi wilayah kelurahan di DKI Jakarta yang perlu kita angkat sebagai bagian dari tujuan meningkatkan peringkat Jakarta sebagai kota global," kata Nirwono.

Asisten Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko menyatakan bahwa kelurahan berperan penting sebagai basis terdepan dalam pembangunan Kota Jakarta.

Ajang Benyamin S Award (BSA) 2026 menjadi strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggenjot penguatan daya saing kota global dari tingkat akar rumput, sesuai arahan khusus Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.

"BSA ini kan yang didorong tidak hanya sekadar komparatif dalam hal kemajuan sebuah wilayah kelurahan, tetapi pada hal-hal yang basis, soal kebersihan, kenyamanan, keindahan, bahkan ini ada teknologi-teknologi terapan yang bisa dilakukan oleh masyarakat di wilayah kelurahan," jelas Sigit.

Rangkaian kegiatan BSA sendiri telah dimulai sejak September 2026. Dari jumlah 52 peserta awal, dewan juri telah mengerucutkan peserta menjadi 25 dan kini menjadi 10 finalis yang mengikuti penjurian presentasi.

10 finalis ini terdiri dari Kelurahan Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Pulau Panggang.

"Pelaksanaan penjurian ini dari 10 kelurahan finalis tersebut telah melalui tahapan seleksi, penilaian terhadap capaian, inovasi serta manfaat program bagi masyarakat," pungkas Tona Hutauruk.

Pengumuman pemenang dan malam puncak Benyamin S Award 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober mendatang dalam malam seremonial yang juga akan dihadiri oleh Gubernur DKI beserta Wakil Gubernur.

(rea/rir)