10 kebiasaan yang bisa bikin kulit wajah bermasalah
Jakarta (ANTARA) - Kulit wajah setiap hari berhadapan dengan banyak hal, mulai dari debu, keringat, paparan sinar matahari, hingga produk perawatan kulit. Karena itu, kondisi kulit tidak hanya dipengaruhi oleh produk yang digunakan, tetapi juga kebiasaan sehari-hari.
Tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang terlihat sepele justru dapat membuat kulit lebih mudah mengalami masalah. Misalnya terlalu sering mencuci muka, menggosok wajah dengan keras, menyentuh wajah dengan tangan yang belum bersih, atau memencet jerawat.
American Academy of Dermatology (AAD) menyebutkan bahwa perawatan kulit yang terlalu agresif dapat menyebabkan iritasi dan memperburuk masalah seperti jerawat. Rutinitas yang sederhana dan dilakukan secara konsisten justru lebih dianjurkan.
Kebiasaan yang bisa bikin kulit muka bermasalah
1. Terlalu sering mencuci muka
Mencuci muka memang penting untuk membersihkan kotoran, minyak, dan sisa produk yang menempel pada kulit. Namun, terlalu sering melakukannya justru dapat menyebabkan iritasi.
AAD menyarankan mencuci wajah secara lembut hingga dua kali sehari dan setelah berkeringat. Pada kulit kering atau sensitif, kebutuhan tersebut bisa berbeda.
Jadi, tidak perlu mencuci muka setiap kali wajah terasa sedikit berminyak. Gunakan pembersih yang lembut dan hindari menggosok kulit terlalu keras.
2. Menggosok wajah terlalu kuat
Ada anggapan bahwa wajah akan lebih bersih jika digosok sampai terasa kesat. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat mengiritasi kulit.
Penggunaan waslap, spons, atau alat pembersih dengan tekanan berlebihan dapat membuat kulit mengalami iritasi. Untuk membersihkan wajah, cukup gunakan ujung jari dengan gerakan lembut.
Baca juga: Ketahui mengapa bintik hitam muncul di wajah dan pencegahannya
3. Sering menyentuh wajah
Tangan menyentuh banyak benda sepanjang hari. Jika kebiasaan menyentuh wajah dilakukan terus-menerus, kotoran dan minyak dari tangan dapat berpindah ke kulit.
Pada kulit yang rentan berjerawat, kebiasaan menyentuh wajah juga dapat memperburuk kondisi jerawat. Karena itu, usahakan tidak terlalu sering memegang wajah, terutama jika tangan belum dibersihkan.
4. Memencet jerawat
Jerawat yang muncul di wajah memang sering membuat seseorang ingin segera memencetnya. Namun, tindakan tersebut justru dapat membuat peradangan semakin parah dan meningkatkan risiko munculnya bekas jerawat.
AAD menyarankan untuk tidak memencet atau mengorek jerawat. Memberikan waktu pada kulit untuk pulih dan menggunakan perawatan yang sesuai menjadi pilihan yang lebih aman.
5. Tidur tanpa membersihkan makeup
Setelah seharian beraktivitas, rasa lelah sering membuat seseorang ingin langsung tidur. Namun, jika menggunakan makeup, sebaiknya jangan melewatkan tahap membersihkan wajah sebelum tidur.
Sisa makeup, minyak, kotoran, dan polusi yang menempel sepanjang hari dapat membuat pori-pori lebih mudah tersumbat. AAD juga menyarankan membersihkan wajah sebelum tidur dan menghapus makeup secara menyeluruh.
Baca juga: Cara memilih moisturizer untuk kulit berminyak berlebih
6. Terlalu sering mencoba produk baru
Tren skincare di media sosial memang terus bermunculan. Namun, bukan berarti semua produk perlu dicoba sekaligus.
Menggunakan terlalu banyak produk atau terlalu sering mengganti rutinitas perawatan dapat meningkatkan risiko iritasi. AAD menyarankan rutinitas yang sederhana dan konsisten dibandingkan menggunakan banyak produk secara bersamaan.
Jika sebuah produk membuat kulit terasa terbakar, perih, atau semakin iritasi, sebaiknya hentikan penggunaannya dan evaluasi kembali rutinitas perawatan kulit.
7. Eksfoliasi terlalu agresif
Eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.
Eksfoliasi yang terlalu sering atau menggunakan bahan yang terlalu kuat dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi. Bahkan, penggunaan beberapa produk eksfoliasi sekaligus dapat membuat masalah tersebut semakin berat.
Karena itu, jangan mengejar hasil instan dengan melakukan eksfoliasi secara berlebihan.
8. Mengabaikan pelembap
Kulit berminyak bukan berarti tidak membutuhkan pelembap. Justru, menjaga kelembapan merupakan bagian penting dari rutinitas perawatan kulit.
AAD menyarankan penggunaan pelembap setiap hari. Produk sebaiknya dipilih berdasarkan kondisi kulit dan, bagi kulit yang rentan berjerawat, dapat mempertimbangkan label non-comedogenic atau tidak menyumbat pori.
Baca juga: Wajah kusam? Kenali 5 penyebab dan cara mengatasinya
9. Sering lupa menggunakan sunscreen
Paparan sinar ultraviolet (UV) merupakan salah satu faktor yang dapat merusak kulit dalam jangka panjang. Karena itu, perlindungan dari sinar matahari sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
AAD merekomendasikan sunscreen dengan perlindungan spektrum luas dan SPF 30 atau lebih ketika beraktivitas di luar ruangan.
Selain sunscreen, perlindungan dapat ditambah dengan mencari tempat teduh dan menggunakan pakaian yang melindungi kulit dari paparan matahari.
10. Membiarkan keringat terlalu lama menempel
Setelah olahraga atau aktivitas fisik, wajah biasanya dipenuhi keringat. Keringat yang bercampur dengan minyak dan kotoran dapat mengganggu kulit, terutama pada orang yang mudah mengalami jerawat.
Karena itu, setelah berkeringat banyak, bersihkan wajah dengan lembut. Hindari mengusap atau menggosok wajah dengan kasar menggunakan tangan atau handuk.
Perawatan kulit tidak harus rumit
Menjaga kulit wajah sebenarnya tidak harus dilakukan dengan rutinitas yang panjang. Tiga langkah dasar yang dapat menjadi fondasi adalah membersihkan wajah, menggunakan pelembap, dan melindungi kulit dari sinar matahari.
Yang tidak kalah penting adalah memperhatikan kebiasaan sehari-hari. Kurangi menyentuh wajah, jangan memencet jerawat, hindari menggosok kulit secara berlebihan, dan jangan mudah tergoda mencoba banyak produk sekaligus.
Jika masalah kulit seperti jerawat, kemerahan, rasa gatal, atau iritasi terus muncul dan tidak membaik meski kebiasaan perawatan sudah diperbaiki, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit. Dengan begitu, penyebab masalah dapat diketahui dan penanganannya bisa disesuaikan dengan kondisi kulit.
Baca juga: 7 manfaat baby oil untuk wajah serta cara menggunakannya dengan aman
Baca juga: Seberapa sering harus mencuci muka? Ini waktu yang tepat
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.