Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WIB

VIVA – Lionel Messi menutup perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina dengan cara yang nyaris sempurna. Bukan hanya kemenangan 3-0 atas Benin, tetapi juga satu gol, dua assist, serta dua rekor besar yang kemungkinan akan bertahan sangat lama.

Baca Juga

Laga di Stadion Monumental, Buenos Aires, Selasa waktu setempat, menjadi penampilan ke-208 sekaligus terakhir Messi bersama Argentina. Di hadapan lebih dari 85.000 penonton, pemain 39 tahun itu tampil sebagai kapten dan kembali menunjukkan kualitas yang membuatnya menjadi salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dua angka paling mencolok dari perjalanan Messi bersama Argentina adalah 208 penampilan dan 126 gol. Keduanya menjadi rekor sepanjang masa La Albiceleste. FIFA juga mencatat Messi sebagai pemain dengan jumlah caps dan gol terbanyak dalam sejarah Timnas Argentina. FIFA

Baca Juga

Catatan 208 penampilan membuat Messi meninggalkan nama-nama besar seperti Javier Mascherano yang mengoleksi 147 caps, serta Angel Di Maria dan Javier Zanetti yang sama-sama mencatat 145 penampilan.

Jarak tersebut menunjukkan betapa panjang perjalanan Messi bersama Argentina. Selama lebih dari dua dekade, dia bukan sekadar menjadi pemain reguler, tetapi juga wajah utama tim nasional.

Baca Juga

126 Gol, Jauh Tinggalkan Pesaing

Dominasi Messi semakin terlihat dalam urusan mencetak gol. Gol melalui titik penalti ke gawang Benin menjadi gol internasional ke-126 Messi untuk Argentina. Jumlah tersebut menempatkannya jauh di atas Gabriel Batistuta yang mengoleksi 56 gol dan Lautaro Martinez dengan 42 gol.

Dengan selisih 70 gol dari Batistuta, rekor Messi bukan sesuatu yang mudah dikejar. Apalagi, sang pemilik rekor kini sudah mengakhiri karier internasionalnya.

Menariknya, gol ke-126 tersebut tercipta tepat pada pertandingan terakhir Messi. Setelah memberikan assist untuk gol Nicolas Otamendi dan Nico Paz, Messi sendiri yang menyempurnakan kemenangan Argentina melalui titik putih.

Akhir seperti itu terasa pas untuk perjalanan seorang pemain yang selama bertahun-tahun menjadi tumpuan Argentina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari Tekanan hingga Menjadi Ikon

Perjalanan Messi bersama Argentina tidak selalu berjalan mulus. Ketika pertama kali memperkuat tim senior pada 2005, Messi bahkan mendapat kartu merah kurang dari semenit setelah masuk sebagai pemain pengganti dalam pertandingan melawan Hungaria. Dua dekade kemudian, ia meninggalkan tim nasional sebagai kapten, juara dunia, dan pemilik berbagai rekor. 

Halaman Selanjutnya

Messi juga sempat menghadapi tekanan besar setelah beberapa kegagalan Argentina di turnamen internasional. Namun, semuanya berubah setelah keberhasilan meraih Copa America 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, serta Copa America 2024.