5 Fakta Smelly Vinegar, Cuka Bau Khas China yang Dikira Bau Mayat
Jakarta -
Smelly Vinegar, cuka khas Guangdong, sempat bikin tetangga panggil polisi karena dikira bau mayat. Cuka dengan bau menyengat ini punya fakta menarik.
Bau masakan berbahan Smelly Vinegar sempat membuat seorang tetangga panik hingga memanggil polisi. Mereka mengira ada aroma jenazah membusuk dari sebuah rumah di Guangdong, China.
Setelah diperiksa, polisi menemukan fakta mengejutkan. Sumber bau ternyata berasal dari panci Smelly Vinegar yang sedang dimasak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di balik aromanya yang ekstrem, Smelly Vinegar merupakan kuliner tradisional berusia ribuan tahun. Cuka khas China ini punya banyak fakta menarik.
Dikutip dari Baidu Wiki (27/70 berikut fakta tentang smelly vinegar:
1. Disebut 'Cuka Bau'
Smelly vinegar, cuka bau khas China. Foto: QQ.com
Smelly Vinegar atau cuka bau merupakan kuliner tradisional dari wilayah Guangdong, China. Cuka ini dikenal karena aromanya yang sangat menyengat hingga dijuluki 'Liquid Durian'.
Meski aromanya tajam, Smelly Vinegar punya banyak penggemar di China. Kuliner ini bahkan disebut punya sejarah sekitar 2.000 tahun di kawasan Delta Sungai Mutiara Guangdong.
Masyarakat lokal mengenalnya sebagai Chou Pi Cu atau Longevity Vinegar. Namanya menggambarkan kepercayaan bahwa makanan ini memiliki nilai kesehatan dan budaya yang tinggi.
2. Dibuat dari fermentasi beras selama berbulan-bulan
Smelly Vinegar dibuat dari campuran beras ketan dan beras biasa yang difermentasi. Beras tersebut digoreng terlebih dahulu sebelum disimpan dalam wadah selama lebih dari tiga bulan.
Proses fermentasi panjang inilah yang menghasilkan aroma khas Smelly Vinegar. Meski baunya kuat, rasanya justru asam, gurih, dan nikmat saat diolah menjadi hidangan.
Saat ini, beberapa produsen mulai memakai teknik baru untuk mempercepat fermentasi. Salah satunya dengan menggunakan beras ketan hitam dan metode pengukusan.
3. Sering dipakai untuk sup dan hot pot
Smelly vinegar Foto: Getty Images
Smelly Vinegar biasanya ditambahkan ke dalam sup. mulai dari kaki babi, ayam, kedelai, jahe muda, hingga sayuran asin.
Cuka ini juga populer sebagai kuah dasar hot pot khas Guangdong. Rasa asamnya berpadu dengan bahan makanan sehingga menghasilkan cita rasa unik.
Bagi masyarakat lokal, Smelly Vinegar bukan hanya makanan biasa. Hidangan ini juga menjadi bagian dari tradisi keluarga, terutama dalam budaya setelah melahirkan.
4. Dianggap warisan kuliner dengan cerita legenda
Ada legenda yang mengaitkan asal-usul Smelly Vinegar dengan kisah bakti seorang anak kepada ibunya. Konon, cuka ini ditemukan secara tidak sengaja dari beras yang difermentasi.
Cerita tersebut berkisah tentang Mai Fu yang merawat ibunya yang sakit saat masa sulit. Beras fermentasi yang awalnya berbau menyengat justru menjadi makanan yang disukai.
Kini, Smelly Vinegar telah menjadi bagian dari warisan budaya Guangdong. Kuliner ini bahkan masuk daftar warisan budaya tak benda di beberapa wilayah China.
5. Jadi simbol keberuntungan dalam tradisi kelahiran bayi
Smelly Vinegar punya peran penting dalam budaya setelah ibu melahirkan di Guangdong. Secara turun-temurun, keluarga biasanya menyiapkan cuka ini untuk ibu setelah masa persalinan.
Dalam tradisi lokal, Smelly Vinegar juga disajikan saat perayaan satu bulan kelahiran bayi. Hidangan ini dipercaya membawa harapan baik untuk kesehatan dan keberuntungan keluarga.
Selain itu, kata 'asam' dalam bahasa Kanton memiliki bunyi yang mirip dengan kata 'cucu'. Karena itu, menyajikan Smelly Vinegar dianggap sebagai simbol harapan akan keturunan yang baik.
Halaman 2 dari 3
Simak Video "Video: Rendang akan Diusulkan ke UNESCO"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)