5 Tipe Kepribadian Orang yang Suka Ngomong Sendiri di Depan Cermin
Jakarta, CNN Indonesia --
Pernah enggak, awalnya cuma mau ngaca, tapi ujung-ujungnya malah ngobrol sama diri sendiri? Kamu tidak sendirian. Berikut tipe kepribadian orang yang suka ngomong sendiri di depan cermin.
Umumnya orang menggunakan cermin untuk membantu memastikan kerapihan riasan, rambut, atau busana. Namun ada pula yang menggunakannya untuk berbagai kebutuhan mulai dari latihan interview kerja, mengulang percakapan yang baru saja terjadi, curhat soal hari yang melelahkan, sampai menyemangati diri sendiri sebelum menghadapi sesuatu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebiasaan berbicara sendiri sebenarnya cukup umum dan tidak otomatis berarti seseorang aneh, narsistik, atau kesepian. Dalam studi psikologi, kebiasaan berbicara kepada diri sendiri dikenal sebagai self-talk.
Tipe kepribadian orang yang suka ngomong sendiri di depan cermin
Sebuah penelitian yang diterbitkan di Frontiers in Psychology menyebut melihat diri sendiri dapat membuat seseorang mengalami bentuk persepsi diri yang berbeda karena ia melihat dirinya seperti melihat orang lain.
Bentuknya juga bisa bermacam-macam, termasuk berbicara dengan suara keras ketika sedang sendirian. Ketika self-talk dilakukan di depan cermin, ada beberapa pola yang mungkin menggambarkan bagaimana seseorang berinteraksi dengan dirinya sendiri.
1. Cenderung memproses pikiran lewat kata-kata
Ada orang yang cukup memikirkan sesuatu dalam kepala. Ada juga yang baru merasa pikirannya lebih jelas setelah mengucapkannya. Orang dalam kelompok kedua mungkin lebih sering kedapatan ngomong sendiri, termasuk ketika sedang berada di depan cermin.
Melansir dari Healthline, berbicara kepada diri sendiri dengan suara keras dapat membantu seseorang mempertahankan fokus, menyelesaikan masalah, memproses emosi, hingga memotivasi diri. Dengan mengucapkannya, isi kepala yang tadinya terasa berantakan bisa menjadi lebih mudah diurai.
2. Suka melakukan refleksi diri
Cermin memberikan satu hal yang tidak didapat ketika kita sekadar berbicara dalam hati: kita bisa melihat diri sendiri. Mengutip Psychology Today, berbicara kepada diri sendiri di depan cermin dapat membuat inner dialogue terasa lebih eksternal.
Dengan begitu, seseorang bisa melihat pola cara dirinya berbicara kepada diri sendiri dari sudut pandang yang sedikit berbeda.
Seseorang bisa mengatakannya sambil melihat ekspresi wajah sendiri. Dari sini, kebiasaan ngomong di depan cermin bisa berkaitan dengan kecenderungan untuk melakukan self-reflection atau mencoba memahami diri sendiri.
3. Suka menyemangati diri sendiri
Ilustrasi. Tipe kepribadian orang yang suka ngomong sendiri di depan cermin salah satunya suka menyemangati diri sendiri. Hal ini termasuk positive self-talk. (freepik.com)
"Tenang, jangan panik" "Udah, coba aja dulu" Kalau kalimat seperti ini sering keluar ketika kamu sedang melihat cermin, bisa jadi kamu memang terbiasa menggunakan positive self-talk untuk menghadapi situasi tertentu.
Positive self-talk dapat digunakan untuk membangun dorongan sebelum menghadapi situasi yang membuat gugup, seperti wawancara kerja, presentasi, ujian, atau tantangan lainnya.
4. Penuh persiapan
Ada juga tipe yang tidak mau masuk ke situasi penting sebelum latihan terlebih dahulu. Interview kerja? Latihan. Presentasi? Latihan. Mau menyampaikan sesuatu yang agak sensitif ke pasangan? Latihan juga. Bahkan kadang sudah latihan marah sebelum benar-benar marah.
Berbicara di depan cermin bisa menjadi salah satu cara untuk melakukan rehearsal. Seseorang dapat mencoba kalimat yang ingin disampaikan sekaligus melihat bagaimana ekspresi dan cara bicaranya. Dalam konteks ini, cermin seperti menjadi lawan bicara sementara.
5. Nyaman dengan diri sendiri
Orang yang nyaman melakukan self-talk mungkin lebih terbiasa menjadikan dirinya sendiri sebagai tempat untuk berpikir, mengevaluasi, atau memberi semangat. Berbicara sendiri sebagai perilaku yang umum dan dapat membantu berbagai aktivitas sehari-hari, seperti mencari sesuatu, mempertahankan fokus, menyelesaikan masalah, memproses emosi, dan memotivasi diri.
Berbicara kepada diri sendiri dengan suara keras pada dasarnya merupakan hal yang cukup umum. Selama tidak mengganggu aktivitas sehari-hari atau membuat seseorang kesulitan membedakan percakapan dengan dirinya sendiri dari suara orang lain, kebiasaan tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya masalah psikologis.
Ada yang melakukannya karena suka memproses pikiran lewat kata-kata. Ada yang sedang mengevaluasi diri. Ada yang sedang mempersiapkan diri menghadapi sesuatu. Ada juga yang cuma sedang menyemangati diri sendiri.
Kalau kamu termasuk orang yang suka ngobrol di depan cermin maka, mungkin satu hal yang bisa dikatakan adalah kamu punya cara sendiri untuk berinteraksi dengan diri sendiri.
(anm/els)