Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:33 WIB

VIVA – Indonesia kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional. Sebanyak 531 atlet dari 36 negara resmi bersaing dalam 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang dibuka di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu, 2 Agustus 2026.

Baca Juga

Turnamen berlevel G2 World Taekwondo ini memiliki arti penting karena menjadi salah satu ajang pengumpulan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pembukaan kejuaraan berlangsung meriah dengan dihadiri sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Duta Besar Korea Selatan Yoon Soon-Gu, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, para gubernur, hingga Presiden Asian Taekwondo Union (ATU) Kim Sang-jin.

Baca Juga

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, menyebut penyelenggaraan tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah taekwondo Indonesia.

Menurutnya, setelah hampir dua dekade, Indonesia akhirnya kembali dipercaya menggelar kejuaraan taekwondo internasional berskala besar.

Baca Juga

"Kejuaraan ini menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dalam sejarah taekwondo di Indonesia karena setelah hampir dua dekade, akhirnya Indonesia kembali menyelenggarakan kejuaraan sebesar ini," kata Richard.

Richard mengungkapkan, kepercayaan menjadi tuan rumah tidak diraih dengan mudah. Indonesia harus bersaing dalam proses bidding melawan Malaysia dan India sebelum akhirnya dipilih oleh Asian Taekwondo Union.

Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menggelar event olahraga internasional dengan standar tinggi sekaligus mendorong sektor sport tourism.

"Kejuaraan ini merupakan hasil dari proses bidding yang kompetitif bersama Malaysia dan India. Berdasarkan keputusan Asian Taekwondo Union, Indonesia diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah dan hari ini kita membuktikan kepercayaan tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Richard juga mengapresiasi dukungan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang menjadikan turnamen ini sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.

Sementara itu, Presiden ATU Kim Sang-jin memberikan pujian atas kesuksesan Indonesia sebagai penyelenggara.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, kerja keras panitia di bawah kepemimpinan Richard Tampubolon membuat kejuaraan berlangsung dengan sangat baik dan memberikan dampak positif bagi perkembangan taekwondo dunia.