Daftar Isi

Jakarta -

Banyak pemilik anjing maupun kucing yang terbiasa mengajak hewan peliharaannya berbicara layaknya manusia. Mulai dari menanyakan kabar, menceritakan aktivitas sehari-hari, hingga curhat setelah menjalani hari yang melelahkan.

Kebiasaan ini sering dianggap lucu atau menggemaskan. Namun, menurut sejumlah penelitian psikologi, berbicara dengan hewan peliharaan ternyata juga dapat mencerminkan berbagai kemampuan psikologis yang dimiliki seseorang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut beberapa karakteristik yang kerap ditemukan pada orang yang terbiasa mengobrol dengan hewan peliharaannya, seperti anjing dan kucing:

1. Mampu menyesuaikan cara berkomunikasi

Seperti dikutip dari Times of India, saat berbicara dengan hewan peliharaan, seseorang biasanya menggunakan intonasi yang lebih lembut, kalimat yang lebih sederhana, dan pengulangan kata agar lebih mudah dipahami. Kemampuan menyesuaikan cara berkomunikasi ini juga menjadi salah satu ciri komunikasi yang efektif dalam kehidupan sehari-hari.

2. Peka terhadap respons lawan bicara

Meski hewan tidak menjawab dengan kata-kata, pemiliknya sering memperhatikan gerakan ekor, tatapan mata, posisi telinga, atau bahasa tubuh lainnya sebagai bentuk respons. Kebiasaan ini menunjukkan kemampuan membaca umpan balik nonverbal.

3. Memiliki kesabaran yang tinggi

Berkomunikasi dengan hewan membutuhkan waktu dan konsistensi. Orang yang terbiasa melakukannya umumnya bersedia memberikan perhatian tanpa mengharapkan respons balik secara langsung.

4. Terdorong memahami sudut pandang makhluk lain

Psikologi mengenal konsep antropomorfisme, yaitu kecenderungan memberi sifat atau emosi manusia kepada hewan. Dalam kadar yang wajar, hal ini dapat mencerminkan keinginan seseorang untuk memahami perspektif makhluk lain dan membangun hubungan sosial yang lebih dalam.

5. Memiliki empati yang kuat

Hubungan emosional dengan hewan peliharaan membuat seseorang lebih mudah menunjukkan kepedulian terhadap makhluk hidup lain. Beberapa penelitian juga menemukan adanya kaitan antara empati, keterikatan emosional, dan hubungan manusia dengan hewan.

6. Lebih mudah mengekspresikan perasaan

Tak sedikit orang yang menjadikan hewan peliharaan sebagai tempat bercerita atau meluapkan emosi. Kebiasaan mengungkapkan perasaan saat mengobrol dengan anjing atau kucing peliharaan dapat menjadi salah satu bentuk keterbukaan emosional.

7. Menjaga hubungan melalui kebiasaan sederhana

Menyapa kucing atau anjing peliharaan setiap pagi, memberi panggilan sayang, atau mengajak mereka mengobrol sebelum tidur mungkin terlihat sepele. Namun, rutinitas kecil tersebut dapat memperkuat ikatan emosional antara pemilik dan hewan peliharaan.

Meski hewan peliharaan tidak memahami setiap kata yang diucapkan, para psikolog menilai kebiasaan mengajak mereka berbicara lebih banyak mencerminkan kemampuan manusia dalam berempati, berkomunikasi, dan membangun kedekatan emosional.

(eny/eny)