Jakarta (ANTARA) - Kucing menjadi salah satu hewan yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai salah satu hewan peliharaan yang lazim, kucing sering dikaitkan dengan berbagai cerita dan kepercayaan.

Dari kucing hitam yang disebut membawa sial hingga anggapan bahwa kucing memiliki sembilan nyawa. Sejumlah mitos tentang kucing masih mudah ditemukan di masyarakat. Sebagian bahkan sudah diwariskan dari generasi ke generasi.

Padahal, tidak semua kepercayaan tersebut memiliki dasar ilmiah. Beberapa di antaranya bahkan muncul dari cara manusia zaman dahulu memahami perilaku kucing yang terlihat misterius.

Berikut tujuh mitos tentang kucing yang masih dipercaya sebagian masyarakat Indonesia.

1. Kucing hitam membawa sial

Kucing hitam mungkin menjadi salah satu yang paling sering dikaitkan dengan mitos. Ada anggapan bahwa jika kucing hitam melintas di depan seseorang, terutama pada malam hari, hal tersebut merupakan pertanda akan datangnya kesialan.

Kepercayaan ini sebenarnya tidak memiliki dasar ilmiah. Warna bulu kucing ditentukan oleh faktor genetik dan tidak berkaitan dengan keberuntungan atau nasib seseorang.

Anggapan kucing hitam sebagai simbol kesialan juga tidak berlaku di semua budaya. Di sejumlah tempat, kucing hitam justru dikaitkan dengan keberuntungan. Artinya, anggapan terhadap kucing hitam lebih banyak dipengaruhi oleh budaya dan cerita yang berkembang di masyarakat.

Baca juga: Cara merawat kucing setelah sterilisasi agar cepat pulih dan sehat

Baca juga: Kontak dengan hewan peliharaan bantu turunkan hormon stres

2. Kucing punya sembilan nyawa

Pernah mendengar ungkapan bahwa kucing memiliki sembilan nyawa? Mitos ini cukup populer dan tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga berbagai negara.

Kucing memang memiliki kemampuan fisik yang luar biasa. Tubuhnya lentur, refleksnya cepat, dan kucing memiliki kemampuan untuk mengatur posisi tubuh ketika berada di udara. Kemampuan tersebut membuat kucing terkadang mampu selamat dari situasi yang terlihat berbahaya.

Namun, bukan berarti kucing benar-benar memiliki sembilan nyawa. Kucing tetap hanya memiliki satu kehidupan dan dapat mengalami cedera serius ketika jatuh atau mengalami kecelakaan.

3. Kucing bisa membawa rezeki

Sebagian masyarakat Indonesia juga memiliki kepercayaan bahwa memelihara atau memberi makan kucing dapat mendatangkan rezeki.

Kepercayaan semacam ini biasanya berkaitan dengan nilai budaya, agama, atau cerita yang berkembang di lingkungan masyarakat. Berbuat baik kepada hewan memang merupakan perilaku yang positif, tetapi tidak ada bukti ilmiah bahwa memelihara kucing secara langsung dapat membuat seseorang mendapatkan rezeki dalam bentuk tertentu.

Dengan demikian, memelihara kucing sebaiknya dilakukan karena adanya rasa tanggung jawab dan kasih sayang terhadap hewan, bukan semata-mata karena mengharapkan keuntungan tertentu.

Baca juga: Menengok keunikan "Kota Kucing" Zelenogradsk di Rusia

4. Kucing belang tiga punya sifat tertentu

Kucing dengan tiga warna bulu atau yang sering disebut kembang telon juga tidak lepas dari mitos.

Di sejumlah masyarakat, kucing belang tiga dipercaya memiliki sifat tertentu, mulai dari dianggap lebih agresif hingga dikaitkan dengan keberuntungan atau rezeki. Padahal, warna bulu tidak bisa dijadikan patokan untuk menentukan karakter seekor kucing.

Sifat kucing dipengaruhi banyak hal, termasuk genetik, pengalaman, lingkungan, dan cara manusia berinteraksi dengannya. Jadi, tidak tepat jika karakter seekor kucing langsung disimpulkan hanya berdasarkan warna bulunya.

5. Kucing selalu takut air

Mitos lain yang cukup sering terdengar adalah kucing selalu takut air.

Memang, banyak kucing terlihat tidak nyaman ketika terkena air. Hal ini bisa berkaitan dengan pengalaman, kebiasaan, atau karakter masing-masing kucing. Namun, bukan berarti semua kucing pasti takut air.

Beberapa kucing justru dapat terbiasa dengan air, terutama jika sejak kecil diperkenalkan secara bertahap. Ada pula ras tertentu yang dikenal lebih nyaman berada di sekitar air.

Jadi, lebih tepat mengatakan bahwa banyak kucing tidak menyukai air, bukan semua kucing pasti takut air.

6. Kucing yang menatap dinding sedang melihat hantu

Tingkah kucing yang tiba-tiba diam dan menatap ke satu titik memang terkadang membuat pemiliknya bertanya-tanya.

Karena kemampuan pendengaran dan penglihatannya berbeda dengan manusia, kucing dapat bereaksi terhadap suara, gerakan, atau sesuatu yang tidak disadari manusia. Dari sinilah kemudian muncul anggapan bahwa kucing sedang melihat makhluk gaib atau hantu.

Baca juga: Riset Jepang: Aroma pengaruhi nafsu makan kucing

Namun, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kucing memiliki kemampuan untuk melihat hantu. Perilaku tersebut lebih masuk akal dikaitkan dengan respons kucing terhadap lingkungan di sekitarnya.

Jadi, kalau kucing tiba-tiba menatap sudut ruangan, belum tentu ada sesuatu yang menyeramkan di sana. Bisa saja ia sedang memperhatikan suara atau gerakan kecil yang tidak kita sadari.

7. Kucing yang melangkahi orang meninggal bisa hidup kembali

Mitos yang satu ini cukup dikenal dalam cerita masyarakat Indonesia. Ada kepercayaan bahwa jika kucing melangkahi jenazah, orang yang sudah meninggal tersebut dapat hidup kembali atau mengalami kejadian tertentu.

Kepercayaan tersebut termasuk cerita rakyat yang berkembang dalam masyarakat dan tidak memiliki dasar ilmiah. Kucing yang berjalan atau melompat di dekat manusia tidak memiliki kemampuan untuk menghidupkan orang yang telah meninggal.

Mitos semacam ini menunjukkan bagaimana perilaku kucing yang sulit diprediksi pada masa lalu sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Padahal, dari sisi perilaku hewan, kucing memang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan dapat bergerak ke tempat yang dianggap menarik baginya. Mitos mengenai kucing melangkahi orang meninggal juga tercatat sebagai salah satu kepercayaan yang berkembang di Indonesia.

Mitos kucing muncul dari banyak cerita

Banyaknya mitos tentang kucing sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Hewan ini sudah hidup berdampingan dengan manusia selama ribuan tahun dan memiliki perilaku yang terkadang sulit dipahami.

Kemampuan bergerak cepat, aktif pada malam hari, tubuh yang lentur, hingga kebiasaannya menatap atau bergerak tiba-tiba membuat kucing sejak dulu dianggap sebagai hewan yang misterius. Dalam berbagai kebudayaan, karakter tersebut kemudian melahirkan cerita dan kepercayaan yang berbeda-beda.

Di Indonesia sendiri, mitos tentang kucing bisa berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Ada yang menganggap kucing sebagai pertanda baik, sementara yang lain mengaitkannya dengan kesialan atau hal mistis.

Baca juga: 10 Makanan yang bagus untuk bulu kucing agar tetap lebat dan berkilau

Baca juga: Inilah 10 penyebab kucing tidak mau makan dan cara atasinya

Baca juga: Studi ungkap manfaat akses luar rumah bagi kesehatan kucing peliharaan

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.