873 personel Polda Jambi bantu tangani karhutla - ANTARA News Bengkulu
Jambi (ANTARA) - Kepolisian daerah (Polda) Jambi menerjunkan 873 personel dalam Operasi Aman Nusa II-2026, yang diarahkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten di provinsi itu.
"Ke-873 personel Polri yang diterjunkan itu terdiri atas 373 personel Polda Jambi dan 500 personel Polres jajaran. Mereka tergabung dalam Posko Terpadu Satgas Karhutla Provinsi Jambi," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji, di Jambi, Rabu.
Saat ini Kepolisian daerah Jambi bersama Polres/Polresta terus memperkuat langkah penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi melalui Operasi Aman Nusa II-2026, dengan pola bersinergi dengan semua pihak dalam strategi pencegahan.
"Upaya dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan pencegahan, pemantauan hotspot, patroli dan ground checking, pemadaman darat maupun udara, sosialisasi kepada masyarakat serta penegakan hukum," kata Erlan.
Kondisi Karhutla menjadi perhatian serius mengingat Provinsi Jambi memasuki periode musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan kering, dengan awal musim kemarau diprediksi terjadi pada awal Juni dan puncaknya pada Agustus 2026.
Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan ekstra karena Karhutla dapat berdampak terhadap ekosistem, kesehatan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.
Berdasarkan pantauan Satelit Terra-Aqua SNPP dan NOAA 20, periode 1 Januari hingga 23 Agustus 2026 tercatat sebanyak 3.632 hotspot, dengan luas lahan Karhutla mencapai 916 hektare.
Wilayah yang menjadi perhatian dan dipetakan sebagai daerah rawan karhutla meliputi Kabupaten Muaro Jambi, Batang Hari, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Tebo, Bungo dan Merangin.
Pada 24 Agustus 2026, Satgas mencatat 84 kegiatan pencegahan berupa sosialisasi, patroli dan ground checking serta 19 kegiatan pemadaman.
Penanganan dilakukan secara terpadu bersama TNI, Manggala Agni, BPBD, MPA dan unsur terkait lainnya.
Untuk lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, penanganan dilakukan dengan dukungan udara. Posko Udara Satgas Karhutla melaksanakan monitoring hotspot, ground checking, pemantauan udara serta pemadaman melalui water bombing. Posko tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, BPBD, BMKG dan Basarnas.
Penanganan di lapangan juga menghadapi sejumlah kendala, di antaranya luasnya area terbakar, lokasi yang sulit dijangkau, karakteristik lahan gambut yang membuat api sulit dipadamkan secara tuntas, keterbatasan sumber air serta kondisi cuaca panas dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api.
"Untuk mengatasi kondisi tersebut, strategi penanganan dilakukan melalui patroli rutin, pemanfaatan personel secara optimal, pemadaman water bombing, pembasahan lahan gambut secara berkelanjutan, pencarian sumber air, penyediaan embung portable dan mobil tangki, serta pembuatan sekat bakar dan kanal blocking," kata Kombes Pol Erlan Munaji.
Di sisi pencegahan, Pemerintah Provinsi Jambi juga mendorong Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah memberikan bantuan peminjaman alat berat kepada masyarakat atau kelompok tani yang akan membuka lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.
Pewarta: Nanang Mairiadi
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.