Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri mengatakan Pancasila merupakan hasil kesepakatan bangsa Indonesia yang perlu terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Abidin dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan proses perumusan Pancasila melibatkan pemikiran dan pandangan berbagai tokoh serta kelompok sebelum dan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Menurut dia, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945, sejumlah tokoh menyampaikan gagasan mengenai dasar negara Indonesia merdeka.

Soekarno dalam pidatonya pada 1 Juni 1945 mengemukakan lima prinsip yang diberi nama Pancasila, yakni kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau perikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan.

Proses perumusan dasar negara kemudian berlanjut melalui Panitia Sembilan yang menghasilkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.

Abidin mengatakan rumusan tersebut kembali mengalami pembahasan hingga Pancasila dengan sila pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa" ditetapkan sebagai bagian dari Pembukaan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945.

Menurut Abidin, proses panjang tersebut menunjukkan Pancasila lahir melalui kesepakatan para pendiri bangsa yang berasal dari berbagai latar belakang.

Ia mengatakan Pancasila karena itu perlu terus dijaga sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Abidin juga menyinggung perjalanan Indonesia yang sempat berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) sebelum kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia mengingatkan peran Mohammad Natsir melalui Mosi Integral yang disampaikan dalam sidang parlemen pada 3 April 1950 untuk mendorong penyatuan kembali negara-negara bagian dalam bentuk negara kesatuan.

Menurut Abidin, pengalaman sejarah tersebut menunjukkan pentingnya menjaga warisan dan kesepakatan para pendiri bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Abidin saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR berbasis komunitas yang diselenggarakan Badan Sosialisasi MPR RI bekerja sama dengan PP Persatuan Islam Istri di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (15/8).

Dalam kegiatan yang sama, Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abraham Liyanto mengibaratkan Pancasila sebagai fondasi yang memperkuat bangunan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kita sudah berpengalaman menghadapi segala percobaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena dasar dan fondasi rumah Indonesia ini kuat, maka kita semuanya juga selamat," katanya.

Abraham mengajak masyarakat menjaga dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Dudung nilai pengamalan Pancasila makin mendesak di era media sosial

Baca juga: Ketua MPR: Pancasila harus terlihat nyata saat negara lindungi rakyat

Baca juga: Lirik lagu Garuda Pancasila dan sejarah terciptanya

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.