Selular.ID – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh perusahaan saat ini tidak lagi sekadar ditujukan untuk menekan biaya operasional, melainkan bergeser ke arah mendorong inovasi dan mempercepat ekspansi bisnis.

Hal tersebut diungkapkan, Adrian Lesmono, Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, dalam bincang eksekutif kepada Selular baru-baru ini, menurut Adrian, banyak pelaku usaha yang awalnya mengaitkan adopsi AI semata dengan penghematan biaya.

Namun dalam praktiknya, penerapan AI justru memungkinkan perusahaan menjalankan operasional dan bahkan melakukan ekspansi bisnis dengan struktur tim yang jauh lebih ramping.

“AI tidak menghilangkan perkerjaan, justru Ciptakan Lapangan Kerja Baru dengan inovasi yang dihadirkan,’ ujar Adrian, kepada Selular baru-baru ini.

Ia menambahkan, tren pemanfaatan AI ini tidak terbatas pada perusahaan-perusahaan di Indonesia saja, melainkan berlangsung dalam skala yang lebih luas seiring masa transisi teknologi menuju otomatisasi berbasis AI.

Adrian menjelaskan, sebagian besar perusahaan mulai mengadopsi AI setelah mempertimbangkan aspek keterukuran dan efisiensi anggaran (budgeting) secara lebih matang, bukan sekadar ikut tren.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Pemanfaatan AI, menurutnya, mengubah proses kerja yang sebelumnya dilakukan secara manual dan rawan kesalahan (human error) menjadi lebih terotomatisasi, sehingga membuka ruang bagi perusahaan untuk berinovasi.

Contoh Penerapan AI di Sektor UMKM
Adrian turut mencontohkan penerapan AI di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, pelaku UMKM sebelumnya cenderung menjalankan operasional secara manual dan berfokus penuh pada aktivitas penjualan, sekaligus enggan menambah jumlah karyawan karena berbagai pertimbangan biaya dan operasional.

Ia menyebut, kehadiran AI generatif dan AI agen atau AI agent kini memungkinkan pelaku UMKM menjalankan sejumlah fungsi operasional tanpa harus menambah tenaga kerja.

Sejauh mana teknologi ini bisa dimanfaatkan, menurut Adrian, sangat bergantung pada bagaimana pelaku usaha mengimplementasikannya.

Pemanfaatan AI generatif untuk membangun aplikasi internal secara mandiri oleh pelaku usaha kecil, tanpa latar belakang teknis pemrograman, menjadi salah satu indikator yang disorot NVIDIA sebagai bagian dari perluasan literasi AI di sektor UMKM Indonesia.

Adrian menegaskan bahwa keberhasilan penerapan AI, baik di level korporasi maupun UMKM, pada akhirnya ditentukan oleh kesiapan pelaku usaha dalam mengadopsi teknologi tersebut secara terukur, bukan semata mengikuti tren adopsi AI yang tengah berlangsung di berbagai sektor.