Akademisi: Implementasi B50 keberpihakan pemerintah pada lingkungan
"Kebijakan swasembada energi melalui implementasi biodiesel B50 patut diapresiasi tidak hanya dari perspektif ketahanan energi dan penghematan devisa, tetapi juga dari perspektif lingkungan,"
Mataram (ANTARA) - Guru Besar Ilmu Kajian Daur Hidup Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Joni Safaat Adiansyah mengapresiasi implementasi bahan bakar B50 sebagai langkah konkret pemerintah memperkuat ketahanan energi sekaligus menunjukkan keberpihakan terhadap lingkungan.
"Kebijakan swasembada energi melalui implementasi biodiesel B50 patut diapresiasi tidak hanya dari perspektif ketahanan energi dan penghematan devisa, tetapi juga dari perspektif lingkungan," ujar dia menanggapi pidato Presiden Prabowo saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat.
Joni mengatakan peningkatan kandungan biodiesel hingga 50 persen menunjukkan langkah konkret pemerintah untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil.
Kebijakan tersebut berpotensi berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber energi domestik yang lebih terbarukan.
Dalam kerangka transisi energi, imbuh dia, B50 dapat ditempatkan sebagai salah satu instrumen untuk mendukung pencapaian emisi nol bersih atau net zero emission.
"Keberhasilan menghentikan impor solar memberikan manfaat strategis berupa penguatan kemandirian energi, penghematan devisa dan peluang pengurangan carbon footprint sektor energi," kata Joni.
Ketua Senat Universitas Muhammadiyah Mataram tersebut memandang swasembada energi memiliki makna yang lebih luas, tidak sekadar kemampuan memenuhi kebutuhan energi dari dalam negeri, tetapi juga membangun sistem energi nasional yang semakin rendah karbon.
Manfaat lingkungan tersebut harus diperkuat dengan jaminan bahwa biodiesel diproduksi melalui rantai pasok yang berkelanjutan, tidak mendorong deforestasi atau perubahan penggunaan lahan beremisi tinggi, serta menunjukkan penurunan emisi yang terukur melalui life-cycle assessment.
"Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan B50 dapat menjadi bagian penting dari strategi Indonesia untuk menyelaraskan tiga agenda sekaligus energy security, emission reduction, dan net zero emission," pungkas Joni.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah mulai mewujudkan swasembada energi melalui produksi biodiesel B50.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026