Bagikan:

JAKARTA - Meski telah dinyatakan bebas dan memenangkan praperadilan atas kasus dugaan pemerkosaan siswi SMA (ACT) di Kabupaten Belu, NTT, Piche Kota mengaku belum sepenuhnya pulih secara emosional.

Dampak dari kasus hukum yang menjeratnya ternyata menyisakan trauma mendalam bagi keseharian sang artis.

"Terima kasih Kak. Saya sudah jarang keluar, keseharian saya mungkin cuma masih di rumah dan tidak masih belum buat apa-apa," tutur Piche Kota melalui Zoom, Kamis, 16 Juli.

Piche secara terbuka mengakui bahwa ia merasa tertekan secara psikologis akibat tuduhan yang sempat dialamatkan kepadanya.

"Betul tadi Abang bilang ada trauma buat saya juga, jadi untuk memulai aktivitas atau keseharian saya mungkin saya mungkin agak ada rasa trauma," akunya.

Rasa tidak percaya diri untuk kembali bersosialisasi menjadi kendala utama bagi Piche saat ini.

"Saya butuh waktu untuk diri saya lagi biar bisa ngobrol sama orang lain atau biar bisa di dunia orang-orang lain di luar sana," ungkap Piche mengenai kondisi mentalnya.

Meskipun sangat merindukan profesinya sebagai penyanyi, Piche memilih untuk tidak terburu-buru kembali ke panggung hiburan.

"Pastinya saya kangen sekali dengan apa yang biasa saya buat, nyanyi, mau off air atau on air atau apapun itu kegiatan saya. Pasti saya ingin untuk melakukan itu lagi," katanya penuh harap.

Piche juga mengungkapkan kerinduannya pada dukungan para penggemar dan atmosfer kerja di ibu kota.

"Pastinya ketemu fans, teman-teman pendukung Piche, kangen Jakarta pastinya, aktivitas mulai lagi di Jakarta seperti sediakala," tuturnya.

BACA JUGA:


Namun, ia menyadari bahwa stabilitas mentalnya adalah prioritas sebelum benar-benar kembali berkarier secara penuh.

"Ya lumayan saya usaha karena trauma mental saya mungkin masih belum stabil atau gimana," jelas Piche jujur.

Secara perlahan, Piche bertekad untuk melawan rasa takutnya demi bisa kembali produktif seperti sebelumnya.

"Pasti saya akan perlahan-lahan teman-teman seperti dulu, seperti biasanya bisa beraktivitas lagi pastinya," janjinya kepadapara pendukungnya.

Tim kuasa hukum Piche juga membenarkan bahwa kerugian yang dialami kliennya bukan sekadar materi, melainkan serangan terhadap nama baik.

"Banyak kerugian yang klien kami alami. Ya banyak contoh media sosial tentunya, baik nama baik keluarga, nama baik klien kami Piche Kota juga," sahut Cosmas Jo Oko.

Pihak manajemen Star Media Nusantara pun berharap publik bisa memberikan ruang bagi Piche untuk pulih.

"Kita meminta dukungan teman-teman media selama proses ini. Piche kangen Jakarta dan aktivitas mulai lagi di Jakarta seperti sediakala," tutupnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+