Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kota Ambon, Maluku, membekali generasi muda dengan keterampilan digital dan kewirausahaan melalui pelatihan wirausaha, pengembangan konten digital, bisnis daring, hingga perluasan akses pembiayaan untuk memperkuat keterlibatan pemuda dalam ekonomi kreatif.

Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena di Ambon, Senin, mengatakan peningkatan kapasitas tersebut diperlukan agar generasi muda mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sekaligus menciptakan peluang ekonomi dari kreativitas dan potensi daerah.

"Untuk menghadapi tantangan zaman, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh dukungan semua pihak, termasuk generasi muda untuk Ambon yang lebih baik dari hari kemarin," katanya dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon.

Pemkot Ambon menempatkan penguatan peran pemuda dalam industri kreatif sebagai salah satu program prioritas pembangunan daerah.

Program yang telah dijalankan antara lain pelatihan wirausaha muda melalui Ambon Creative Preneur, workshop konten digital dan peluang bisnis daring, pengembangan Manajemen Talenta Nasional, serta perluasan akses keuangan bagi pelaku ekonomi kreatif bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pengembangan keterampilan digital juga diarahkan agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menghasilkan produk dan konten yang memiliki nilai ekonomi.

Pemkot sebelumnya telah menggelar workshop konten digital untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pembuatan konten yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha sekaligus digunakan untuk mempromosikan pariwisata dan potensi Kota Ambon.

Penguatan kapasitas pemuda tersebut menjadi bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi kreatif Kota Ambon yang pada 2025 mencatat nilai produk domestik regional bruto (PDRB) sekitar Rp150,08 miliar.

Pada tahun yang sama, tujuh event ekonomi kreatif yang diselenggarakan di Ambon melibatkan 176 UMKM, disertai fasilitasi perlindungan hak kekayaan intelektual bagi pelaku kreatif.

Bodewin mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam pengembangan sektor potensial Kota Ambon, antara lain musik, seni budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut dia, kemampuan memanfaatkan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kreativitas serta pemahaman terhadap sejarah dan kebudayaan lokal agar generasi muda memiliki daya saing tanpa kehilangan identitas daerah.

Ia mengatakan tantangan pembangunan Kota Ambon semakin kompleks, mulai dari ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja hingga digitalisasi, pendidikan, pelayanan publik, lingkungan hidup, kesehatan, kemacetan, serta perlindungan warisan budaya.

"Momentum peringatan HUT ini harus menjadi pemicu semangat kerja sama dan kolaborasi," ujarnya.

Menurut Bodewin, pemerintah daerah, DPRD, instansi vertikal, tokoh agama, pemuda, perempuan, adat, serta seluruh masyarakat perlu bekerja bersama untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan tersebut.

Penguatan keterampilan dan kewirausahaan generasi muda diharapkan memperluas keterlibatan pemuda dalam pengembangan ekonomi kreatif sekaligus mengoptimalkan potensi musik, budaya, pariwisata, dan produk lokal sebagai sumber kegiatan ekonomi di Kota Ambon.

Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.