Kamis, 23 Juli 2026 - 13:13 WIB

Jakarta, VIVA – Dea Arranoya, anak kandung Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, dr H Nevirizal, akhirnya buka suara setelah menjadi sorotan publik akibat unggahan di media sosial yang dinilai memamerkan gaya hidup mewah.

Baca Juga

Melalui surat terbuka yang ditandatangani di atas meterai pada 22 Juli 2026 di Banda Aceh, Dea menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai unggahannya yang memicu kontroversi. Ia mengakui telah melakukan tindakan yang tidak bijaksana dengan menampilkan konten yang dianggap sebagai bentuk flexing atau pamer kekayaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Permintaan maaf tersebut muncul setelah publik menyoroti sejumlah unggahan Dea yang memperlihatkan aktivitas liburan ke Korea Selatan hingga sejumlah negara di Eropa. Unggahan itu menjadi perbincangan luas di media sosial karena dilakukan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Baca Juga

Akui Unggahan Tidak Bijaksana

Dalam surat terbukanya, Dea mengaku seluruh unggahan yang menjadi sorotan merupakan kesalahan pribadi. Ia menegaskan tidak ingin mencari alasan ataupun pembenaran atas kegaduhan yang telah terjadi.

Baca Juga

"Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial," tulis Dea.

Ia mengakui bahwa tindakannya telah menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Menurutnya, unggahan tersebut bukan memberikan manfaat, melainkan justru memicu kegaduhan di ruang publik.

Sorotan Berawal dari Konten Flexing

Selain unggahan mengenai perjalanan ke luar negeri, salah satu konten yang paling banyak menuai kritik adalah video yang diunggah pada 9 Desember 2025.

Dalam unggahan tersebut, Dea memperlihatkan deretan jerigen berisi Bahan Bakar Minyak (BBM). Konten itu kemudian ramai diperbincangkan karena dinilai tidak memiliki empati terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.

Dea mengakui bahwa unggahan tersebut merupakan bagian dari kesalahan yang kini sangat disesalinya. Ia menyadari tindakannya telah menyinggung perasaan banyak orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hapus Seluruh Konten yang Dipersoalkan

Sebagai bentuk tanggung jawab atas polemik yang terjadi, Dea menyatakan telah menghapus seluruh unggahan yang menjadi sorotan dari seluruh akun media sosial miliknya.

Halaman Selanjutnya

Langkah itu, menurutnya, dilakukan sebagai bentuk penyesalan sekaligus komitmen untuk memperbaiki diri dalam menggunakan media sosial.