Jakarta (ANTARA) - Perum LKBN ANTARA menggelar ANTARA Business Forum 2026 (ABF 2026) di Jakarta, Rabu, untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, akademisi, dan pengamat dalam membahas arah pertumbuhan dan daya saing ekonomi Indonesia dalam satu dekade mendatang.

Direktur Utama ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan ABF 2026 tidak hanya menjadi forum pertukaran pandangan, tetapi dapat mendorong lahirnya komitmen konkret antara pemerintah dan dunia usaha, baik BUMN maupun swasta, dalam menjawab berbagai tantangan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ekonomi ke depan.

“Melalui ABF, kami berharap lahir dialog yang produktif dan pertukaran gagasan yang konstruktif, serta terbangunnya komitmen yang konkret antara pemerintah dan pelaku usaha, baik BUMN maupun swasta, dalam menjawab tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang ada,” ujar Benny.

Mengusung tema The Synergy Horizon: Positioning Indonesia for the Next Decade, ABF 2026 membahas sejumlah isu strategis terkait arah kebijakan ekonomi, investasi, penguatan sektor industri, transformasi ekonomi, serta peluang dan tantangan Indonesia menghadapi perubahan lanskap global.

Benny menjelaskan bahwa ANTARA, dengan jangkauan dan kredibilitasnya sebagai kantor berita nasional, berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan narasi pembangunan Indonesia kepada publik di dalam maupun luar negeri.

Menurut dia, penyampaian informasi mengenai perkembangan dan prospek perekonomian Indonesia kepada publik internasional juga penting dalam memperkuat kepercayaan investor dan mitra global terhadap Indonesia.

“Karena itu, saya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini sebaik-baiknya, bukan hanya sebagai ajang seremonial, tetapi juga sebagai titik awal kolaborasi nyata yang akan membawa dampak positif bagi perekonomian bangsa dalam 10 tahun ke depan,” kata Benny.

Forum tersebut dijadwalkan menghadirkan sejumlah pengambil kebijakan, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi Fifi Aleyda Yahya, dan Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman.

ABF 2026 juga menghadirkan diskusi panel mengenai arah kebijakan ekonomi makro Indonesia menuju 2027 dengan menghadirkan pengamat ekonomi Aviliani, pengamat ekonomi makro Fithra Faisal, dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani.

Selain itu, ekonom University of Nottingham Bagus P. Muljadi dijadwalkan menyampaikan perspektif mengenai tantangan dan peluang Indonesia dalam memperkuat posisinya pada satu dekade mendatang.

Penyelenggaraan ABF 2026 didukung Bank Rakyat Indonesia (BRI), Astra, MIND ID, ANTAM, Antara ETP, Wuling, GoTo, PLN, Bulog, Indonesia Financial Group (IFG), dan Fairmont Jakarta.

ABF 2026 merupakan gelaran keempat setelah sebelumnya diselenggarakan pada 2023, 2024, dan 2025, dengan cakupan pembahasan dan keterlibatan pemangku kepentingan yang terus berkembang seiring dinamika perekonomian nasional dan global.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.