Kupang (ANTARA) - Kantor Berita ANTARA menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Pulau Flores melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyerahan donasi insan ANTARA peduli NTT dan Program Tanggung Jawab Sosial LKBN ANTARA ini diwakili oleh Kepala ANTARA Biro NTT Anwar Maga di Kupang, Kamis petang.

Bantuan kemanusiaan bernilai puluhan juta rupiah itu diterima Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Provinsi NTT Ricard Pelt di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi BPBD Provinsi NTT di Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT.

Bantuan kemanusiaan itu berupa barang kebutuhan pokok warga yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores yang jumlahnya mencapai belasan item, seperti beras, minyak goreng, gula, sabun cuci dan sabun mandi, selimut, air mineral, serta kebutuhan lainnya.

Baca juga: Dirpem ANTARA pantau operasi pencarian jurnalis hilang kontak

"Bantuan ini merupakan donasi dari karyawan ANTARA," kata Anwar sembari berharap bantuan tersebut berguna dan dapat meringankan beban para korban gempa di Flores.

Proses pengangkutan bantuan kemanusiaan insan ANTARA untuk korban gempa di Kantor ANTARA Biro NTT di Kupang, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Kornelis Kaha

Sementara itu, Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Provinsi NTT Ricard Pelt menyampaikan terima kasihnya kepada ANTARA yang sudah terlibat membantu para korban gempa.

"Kami dari BPBD NTT menyampaikan terima kasih atas dukungan dari pihak ANTARA, untuk saling berbagi meringankan beban saudara-saudara kita di Flores," ujarnya.

Dia mengatakan bantuan yang diterima dari ANTARA nantinya akan dikirim bersamaan dengan bantuan lain yang sudah ada di gudang logistik milik BPBD NTT.

Baca juga: Dirut ANTARA: Museum Tsunami Aceh jadi pengingat kesiapsiagaan bencana

Sejumlah logistik yang ada di dalam gudang tersebut merupakan bantuan dari instansi, serta lembaga lainnya yang juga ikut membantu para korban gempa di Flores.

"Nanti setelah semuanya terkumpul banyak, akan kami kirim ke Flores," ujar dia.

Sebelumnya gempa dengan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu. Gempa itu menghancurkan sejumlah rumah serta bangunan dan menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan laporan dari BPBD per tanggal 8 September jumlah korban meninggal akibat gempa tersebut mencapai 135 orang yang tersebar di delapan kabupaten di Flores.

Sementara itu yang luka-luka mencapai 1.105 orang, serta mengungsi mencapai 78.669 jiwa.

Baca juga: Gubernur NTT minta verifikasi ketat data dampak gempa Nagekeo

Pewarta: Kornelis Kaha
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.