ANTARA terus ikuti operasi SAR gabungan cari pewarta foto hilang kontak di Selat Sunda
ANTARA terus ikuti operasi SAR gabungan cari pewarta foto hilang kontak di Selat Sunda
Rabu, 9 September 2026 18:56 WIB
Personel Basarnas bersiap menerbangkan pesawat nirawak saat pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9/2026). Tim SAR gabungan memperluas cakupan area pencarian dan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) pada hari kedua pencarian delapan penumpang kapal cepat rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym.
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Kantor Berita ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan ANTARA terus mengikuti hasil pencarian tim operasi SAR Gabungan di Banten dan Lampung untuk mencari lima pewarta foto, salah satunya pewarta ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas, yang hilang kontak di Selat Sunda.
Kelima pewarta foto tersebut hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Senin (7/9).
"Kami berharap yang terbaik dan proses pencarian bisa menemukan titik terang.Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam pencarian tersebut," kata Benny dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu.
Ia juga mengharapkan koordinasi tim operasi SAR gabungan yang terdiri atas Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten, Korpolairud Baharkam Polri, Basarnas, TNI AL, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten hingga tim terpadu penanggulangan bencana dapat berjalan optimal.
Sebagai bagian dari upaya koordinasi, ANTARA saat ini telah mendirikan pos koordinasi bersama di wilayah Carita, Banten untuk memastikan komunikasi berjalan lancar. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi dan komunikasi untuk memastikan perkembangan informasi mengenai para pewarta yang hilang kontak dapat segera diketahui dan disampaikan secara akurat.
Sementara itu, Direktur Pemberitaan ANTARA Virgandhi Prayudantoro saat ini berada di posko koordinasi di Carita, Banten untuk melakukan koordinasi langsung sekaligus mendampingi keluarga pewarta foto yang hilang kontak.
Virgandhi menyampaikan bahwa dia untuk sementara berkantor dari posko pencarian guna memastikan koordinasi penanganan berjalan secara langsung.
"Saya sementara berkantor di sini, koordinasi sedang dilakukan dari sini," kata Virgandhi yang berada di posko pencarian bersama Redaktur Pelaksana Andhika Wahyu, Kepala Biro Banten Bayu Kuncahyo, Kepala Redaksi Foto Puspa Perwitasari serta Koordinator Liputan Foto Sigid Kurniawan.
Pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas tercatat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau bersama empat pewarta foto lainnya, yakni Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira dari iNews, dan Dausdari Anadolu.
Kelima pewarta foto itu dilaporkan melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk melakukan peliputan terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Tim SAR Gabungan pada Rabu (9/9) memperluas cakupan area pencarian pada hari kedua operasi penyelamatan delapan penumpang kapal cepat dengan menyusuri rute yang dilalui oleh rombongan pewarta foto tersebut.
Sebelumnya, Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso mengatakan penyisiran pada hari kedua dioptimalkan dengan membagi kekuatan menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) guna menjangkau radius yang lebih luas.
"Operasi SAR hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR serta dukungan penuh sarana laut dan udara," kata dia.
ANTARA akan terus menyampaikan perkembangan informasi berdasarkan keterangan yang terverifikasi dari otoritas dan pihak terkait.
ANTARA juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau bersifat spekulatif yang dapat menimbulkan keresahan bagi keluarga dan masyarakat.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ANTARA terus ikuti operasi gabungan Banten-Lampung cari pewarta foto hilang kontak
Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.