Apakah Desil DTSEN Bisa Berubah? Ini Penjelasan BPS
Baca Juga: Apple Gelar Peluncuran iPhone 9 September, Jadi Debut Besar CEO Baru
Apakah Desil DTSEN Bisa Berubah?
Desil DTSEN bisa berubah mengikuti perkembangan kondisi sosial ekonomi keluarga dan posisi relatifnya dalam pemeringkatan. Hal ini karena desil bukan angka tetap yang melekat selamanya pada sebuah keluarga.
Dalam DTSEN, keluarga dikelompokkan berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Seluruh keluarga kemudian diperingkatkan dan dibagi menjadi 10 kelompok, yang masing-masing mencakup sekitar 10 persen keluarga.
Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
BPS menegaskan bahwa angka desil harus dipahami sebagai posisi relatif, bukan sebagai ukuran mutlak mengenai kondisi ekonomi sebuah keluarga.
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, “Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga,” dikutip dari keterangan tertulis BPS, Jumat (21/8/2026).
Apa Penyebab Desil DTSEN Bisa Berubah?
Perubahan desil dapat terjadi ketika kondisi sosial ekonomi keluarga berubah atau ketika posisi relatif keluarga tersebut berubah dibandingkan keluarga lainnya.
Penentuan desil tidak hanya melihat satu indikator. BPS mempertimbangkan berbagai karakteristik secara bersamaan, mulai dari kondisi tempat tinggal, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya serta konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga disabilitas.
Baca Juga: ESDM Siapkan Aturan LPG 3 Kg Berdasarkan Desil Kesejahteraan
Karena itu, perubahan pada satu kondisi tertentu tidak serta-merta membuat desil sebuah keluarga berubah.
Misalnya, perubahan daya listrik saja tidak otomatis menyebabkan keluarga berpindah dari satu desil ke desil lainnya. Data tersebut akan dipertimbangkan bersama dengan berbagai karakteristik sosial ekonomi lain dalam proses pemeringkatan.
Desil DTSEN Tidak Hanya Ditentukan dari Penghasilan
Salah satu hal yang perlu dipahami adalah desil DTSEN tidak ditentukan hanya berdasarkan penghasilan keluarga.
BPS menjelaskan bahwa penentuan posisi desil tidak didasarkan semata-mata pada pendapatan, pekerjaan, kepemilikan barang tertentu, atau daya listrik. Berbagai informasi sosial ekonomi digabungkan untuk memperkirakan posisi kesejahteraan relatif sebuah keluarga.
Dalam proses tersebut, BPS menggunakan metode statistik Proxy Means Test atau PMT. Metode ini digunakan untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan berdasarkan karakteristik yang dapat diamati.
Dengan pendekatan tersebut, kondisi ekonomi keluarga dinilai melalui kombinasi berbagai informasi, bukan berdasarkan satu ukuran saja.
Kenapa Desil DTSEN Saya Berubah?
Perubahan desil dapat terjadi karena pemeringkatan DTSEN bersifat relatif. Artinya, posisi sebuah keluarga tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi keluarga tersebut, tetapi juga oleh perubahan posisi relatifnya dibandingkan keluarga lain.
Selain itu, DTSEN terus diperbarui menggunakan berbagai sumber data. Pemutakhiran dapat berasal dari data administrasi, sensus dan survei, pembaruan dari kementerian atau lembaga serta pemerintah daerah, pengecekan lapangan atau ground check, dan informasi yang disampaikan masyarakat melalui kanal resmi.
Karena data terus diperbarui, posisi desil juga dapat mengalami perubahan ketika hasil pemutakhiran dan penghitungan kembali menunjukkan posisi yang berbeda.
Apakah Mengubah Data DTSEN Otomatis Mengubah Desil?
Tidak. Pengajuan perubahan atau pembaruan data tidak otomatis membuat desil DTSEN berubah.
BPS menjelaskan bahwa informasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bagian dari proses pemutakhiran. Setelah data diperbarui, posisi desil tetap dihitung berdasarkan data dan metode yang berlaku.
Dengan kata lain, masyarakat tidak dapat menentukan sendiri ingin masuk ke desil tertentu. Posisi desil ditetapkan berdasarkan hasil pemeringkatan seluruh karakteristik sosial ekonomi yang digunakan dalam DTSEN.
Bagaimana Jika Data DTSEN Tidak Sesuai?
Masyarakat yang menemukan data diri atau keluarganya belum sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan pembaruan melalui mekanisme yang tersedia.
Beberapa kanal yang dapat digunakan antara lain Cek Bansos milik Kementerian Sosial, SIKS-NG melalui operator desa atau kelurahan, serta Cek DTSEN yang disediakan BPS.
Pengajuan tersebut menjadi bagian dari proses pemutakhiran data. Setelah informasi diterima, data akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku dan posisi desil dapat dihitung kembali berdasarkan data terbaru.
Masyarakat dapat mengakses kanal resmi berikut untuk menyampaikan pembaruan data:
Cek Bansos: cekbansos.kemensos.go.id
Cek DTSEN BPS: dtsen-form.bps.go.id
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi XII Fraksi PAN Tekankan Pentingnya Akurasi Data Desil, Minta Kondisi Riil Warga Diperhatikan
Desil DTSEN Bukan Penentu Tunggal Penerima Bansos
Hal lain yang perlu diperhatikan, desil bukan merupakan daftar penerima bantuan sosial atau program pemerintah.
Informasi desil digunakan kementerian dan lembaga sebagai salah satu dasar untuk menentukan sasaran atau prioritas program sesuai tujuan dan ketentuan masing-masing program. Karena itu, berada pada desil tertentu tidak secara otomatis berarti seseorang pasti menerima atau tidak menerima sebuah bantuan.
BPS menempatkan desil sebagai alat pemeringkatan untuk membantu pemerintah memahami posisi kesejahteraan relatif masyarakat.
DTSEN Terus Dimutakhirkan
Pemutakhiran menjadi bagian penting dalam menjaga agar DTSEN tetap mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencakup 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga.
Jumlah tersebut terus diperbarui melalui berbagai sumber agar informasi yang digunakan dalam perencanaan dan penetapan sasaran program semakin sesuai dengan kondisi masyarakat.
Amalia Adininggar Widyasanti juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses tersebut.
“BPS bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran untuk menjaga kualitas DTSEN agar semakin mencerminkan kondisi masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam memastikan informasi diri dan keluarganya sesuai kondisi sebenarnya juga menjadi bagian penting dari proses tersebut,” ujar Amalia, dikutip dari keterangan resmi BPS.
Dengan demikian, desil DTSEN memang dapat berubah, tetapi perubahan tersebut tidak ditentukan hanya oleh satu faktor. Posisi desil merupakan hasil pemeringkatan berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi dan dapat diperbarui ketika terdapat perubahan data maupun kondisi relatif keluarga.
Baca Juga: Hasil Seleksi Substantif PPG Calon Guru 2026 Keluar, Ini Cara Cek dan Tahap Selanjutnya
FAQ
Apa penyebab desil DTSEN berubah?
Perubahan dapat dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi keluarga dan hasil pemutakhiran data. Penentuan desil mempertimbangkan berbagai indikator secara bersama-sama.
Apakah perubahan penghasilan otomatis mengubah desil DTSEN?
Tidak otomatis. Penghasilan bukan satu-satunya faktor yang digunakan. Penentuan desil mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersamaan.
Apakah mengajukan perubahan data DTSEN otomatis mengubah desil?
Tidak. Pengajuan pembaruan menjadi bagian dari proses pemutakhiran dan penghitungan kembali. Posisi desil tetap ditentukan berdasarkan data dan metode yang berlaku.
Bagaimana cara memperbarui data DTSEN yang tidak sesuai?
Masyarakat dapat menyampaikan pembaruan melalui kanal resmi yang tersedia, termasuk Cek Bansos, SIKS-NG melalui operator desa atau kelurahan, serta Cek DTSEN BPS.