Asap karhutla ganggu aktivitas belajar di SMPN-12 Sungai Raya - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Kepala SMP Negeri 12 Sungai Raya Saknawi mengatakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di lahan sekitar SMP itu mulai mengganggu aktivitas belajar mengajar sehingga sekolah menerapkan pembelajaran dari rumah.
"Karhutla menjadi ancaman yang hampir selalu terjadi setiap musim kemarau dan berdampak langsung terhadap aktivitas sekolah, karena kalau musim kemarau panjang, kami sudah bersiap karena hampir setiap tahun kebakaran terjadi di sekitar sekolah. Siapa yang memulai kebakaran kami tidak tahu, tetapi kami terus mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar," kata Saknawi di Sungai Raya, Kamis.
Ia mengatakan kebakaran yang berlangsung sekitar dua pekan terakhir awalnya belum berdampak ke sekolah, namun seiring cuaca kering dan angin kencang, asap mulai menyelimuti lingkungan sekolah.
Menurut dia, proses pembelajaran tetap dilaksanakan secara tatap muka apabila kualitas udara masih dinilai aman, tetapi kemudian sekolah akan memulangkan siswa untuk belajar dari rumah apabila asap semakin pekat.
"Biasanya pagi kondisi masih cukup baik. Tetapi mulai sekitar pukul 10.00 hingga siang, asap semakin tebal karena cuaca panas dan angin mengarah ke sekolah. Kalau kondisinya membahayakan, siswa kami pulangkan dan belajar dari rumah," ujarnya.
Saknawi menjelaskan kebijakan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kubu Raya dan mempertimbangkan keselamatan peserta didik serta masukan dari orang tua siswa.
Ia menambahkan pembelajaran dari rumah dilakukan secara daring dengan pendampingan guru sehingga proses belajar tetap berlangsung meski siswa tidak berada di sekolah.
Menurut Saknawi lagi, kobaran api pada puncak kejadian sempat mendekati area sekolah dengan jarak sekitar lima meter dan hanya dipisahkan oleh sebuah kanal, sehingga petugas pemadam terus bersiaga di lokasi.
Meski demikian, hingga kini belum ada siswa maupun tenaga pendidik yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karena sekolah segera mengambil langkah antisipasi ketika kualitas udara memburuk.
SMP Negeri 12 Sungai Raya memiliki 305 siswa yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar serta didukung 25 guru dan tenaga kependidikan. Pihak sekolah berharap upaya pemadaman karhutla dapat segera mengendalikan kebakaran agar kegiatan belajar mengajar kembali normal selama musim kemarau.
Menanggapi hal tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya dan Komando Distrik Militer (Kodim) 1207/Pontianak menyepakati penguatan sinergi dalam penanganan karhutla serta penjagaan stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Kubu Raya..
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan silaturahmi antara Kapolres Kubu Raya, AKBP Rensa S. Aktadivia dan Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf. Robby Firdaus di Markas Kodim 1207/Pontianak.
Langkah ini diambil menyusul musim kemarau panjang yang memicu munculnya titik api di sejumlah lahan gambut rawan kebakaran di Kabupaten Kubu Raya.
"Sinergitas TNI dan Polri harus terus diperkuat. Dengan koordinasi yang solid, kita bisa memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif sekaligus mengawal berbagai program strategis pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," kata Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.