Asian Games: Viral Fasilitas 'Nyeleneh' dan Keluhan Atlet, Panitia Jepang Buru-Buru Siapkan Kapal Pesiar!
Dian Eko Prasetio
| 16 September 2026, 19:59 WIB

Kapal pesiar asal Italia, Costa Serena, saat bersandar di Nagoya Jepang, Selasa (15/9/2026). Kapal ini diperuntukkan untuk atlet dan ofisial Asian Games Aichi-Nagoya 2026. X/voksports.
AKURAT.CO, Panitia Penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya 2026 langsung bergerak cepat merespons gelombang kritik tajam dari para atlet dan ofisial terkait fasilitas akomodasi yang dinilai tidak memadai menjelang pembukaan pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.
Langkah darurat tersebut diambil dengan mendatangkan kapal pesiar mewah asal Italia, Costa Serena, yang resmi bersandar di Dermaga Kinjo, Nagoya, Jepang pada Selasa (15/9/2026).
Kapal raksasa ini disiagakan sebagai "hotel terapung" untuk menampung sekitar 4.000 atlet dan anggota kontingen Asian Games Aichi-Nagoya.
Keputusan ekstrem ini terpaksa diambil lantaran panitia memilih untuk tidak membangun Kampung Atlet (Athlete Village) Asian Games permanen.
Baca Juga: Asian Games: Bus Atlet Telat 41 Menit, Timnas Basket Putra Indonesia 'Semprot' Panitia
Alhasil, pihak penyelenggara harus memutar otak menyediakan hunian alternatif, mulai dari kapal pesiar, hotel, akomodasi berbasis aplikasi, hingga kabin bergaya kontainer di area pelabuhan.
Presiden Asian Games Aichi-Nagoya, Hideaki Ohmura, mengapresiasi terobosan fasilitas unik ini saat menyambut kedatangan kapal di pelabuhan.
"Kami sangat senang menyambut "hotel kapal" ini di Dermaga Kinjo. Ini menjadi pertama kalinya fasilitas seperti ini digunakan sebagai akomodasi dalam ajang olahraga internasional besar di Jepang," tutur Ohmura, dikutip dari Japan Wire.
Sempitnya Kamar Kontainer Asian Games Disentil Atlet Korea
Kendati demikian, hadirnya kapal pesiar belum sepenuhnya meredam riak ketidakpuasan. Media setempat sempat menyoroti keluhan dari para atlet bola basket Korea Selatan yang menyoroti ukuran tempat tidur serta ruang kabin kontainer yang dianggap sangat sempit dan kurang layak untuk atlet berpostur tinggi.
Manajer Akomodasi, Yuta Matsuo, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan telah membenahi berbagai kekurangan teknis di lapangan.
"Kami tidak hanya mengakui masalah ini, tetapi juga sudah mengambil langkah konkret untuk memperbaiki lingkungan bagi para atlet," ujar Matsuo.