ASITA NTT optimistis pariwisata Flores segera pulih pascagempa M7,7
ASITA NTT optimistis pariwisata Flores segera pulih pascagempa M7,7
Selasa, 25 Agustus 2026 17:50 WIB
Ilustrasi - Destinasi wisata Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu daya tarik wisata Pulau Flores. ANTARA/HO-ASITA NTT
Kupang, NTT (ANTARA) - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur (NTT) optimistis pariwisata Flores segera pulih pascagempa melalui kolaborasi pemerintah dan pelaku industri untuk memulihkan infrastruktur serta meningkatkan kepercayaan wisatawan.
Ketua ASITA NTT Oyan Kristian dihubungi dari Kupang, Selasa, mengatakan kondisi pariwisata di Labuan Bajo mulai kembali berjalan setelah aktivitas pelayaran sempat dihentikan menyusul peringatan dini tsunami pascagempa.
Ia mengatakan peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG setelah gempa membuat otoritas pelabuhan di Labuan Bajo sempat melarang kapal-kapal wisata berlayar. Namun, setelah peringatan tersebut dicabut, aktivitas pelayaran kembali diizinkan.
"Untuk Labuan Bajo, kerusakan terparah terjadi di Hotel Jayakarta, sehingga sampai saat ini hotel tersebut belum melayani wisatawan atau tamu yang menginap. Sementara hotel lainnya tidak terdampak signifikan dan tetap beroperasi," katanya.
Menurut dia, kondisi berbeda terjadi di sejumlah destinasi wisata di Pulau Flores karena banyak destinasi sempat ditutup untuk umum setelah gempa. Penutupan dilakukan karena masyarakat dan pengelola destinasi lebih berfokus pada penanganan dampak gempa serta keselamatan warga.
Ia mengatakan sebagian destinasi masih ditutup hingga hari kesepuluh pascagempa, sementara beberapa destinasi lainnya telah mengumumkan rencana pembukaan kembali dalam waktu dekat.
"Untuk Flores Overland, kami tidak menyarankan wisatawan melakukan perjalanan karena ada jalan yang putus akibat longsor, jalan yang retak, serta destinasi wisata yang masih terdampak," ujarnya lagi.
Namun, kata Oyan lagi, ASITA NTT tetap menyampaikan kepada wisatawan bahwa Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo masih dapat dikunjungi dengan tetap memperhatikan kondisi dan keselamatan selama perjalanan.
Menurut dia, tetap beroperasinya Bandara Internasional Komodo menjadi salah satu faktor yang memberikan rasa optimis kepada wisatawan untuk tetap berlibur ke Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo.
"Informasi yang valid dan penerbangan yang tetap berjalan di Bandara Internasional Komodo menimbulkan rasa optimistis. Wisatawan merasa aman untuk tetap datang ke Labuan Bajo," katanya pula.
Ia mengatakan permintaan wisatawan pada periode musim liburan tetap tinggi, termasuk dari wisatawan yang melakukan pemesanan pada menit-menit terakhir. Kondisi tersebut juga terlihat dari tingginya permintaan akomodasi di Labuan Bajo.
Oyan menilai pemulihan sektor pariwisata Flores dapat berlangsung cepat apabila pemerintah dan pelaku industri memperkuat kolaborasi, terutama dalam memperbaiki infrastruktur yang rusak dan memastikan keamanan destinasi.
"Yang terpenting adalah pemerintah memberikan pernyataan resmi bahwa destinasi wisata sudah aman, infrastruktur yang rusak sudah diperbaiki, sehingga menjadi pegangan bagi ASITA untuk meneruskan informasi tersebut kepada wisatawan," ujarnya.
Ia mengatakan informasi resmi dari pemerintah, Kementerian Pariwisata, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), dan pemerintah daerah diperlukan untuk meningkatkan rasa aman dan kepercayaan wisatawan.
Menurut dia, pemerintah, agen perjalanan, dan media perlu bersama-sama menyampaikan informasi yang positif dan akurat mengenai kondisi destinasi wisata pascagempa untuk mempercepat pemulihan citra pariwisata Flores.
"Kalau pemerintah memberikan pernyataan resmi, travel agent dan media menyampaikan informasi yang positif bahwa destinasi sudah siap menerima wisatawan pascabencana, itu bisa mempercepat pemulihan citra pariwisata," katanya lagi.
Oyan menambahkan kepastian perbaikan jalan, fasilitas publik, dan infrastruktur di destinasi wisata juga menjadi faktor penting untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan serta memperkuat pemulihan industri pariwisata NTT.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.