Astrid Widayani beri bekal pada mahasiswa baru Universitas Sugeng Hartono

Rabu, 2 September 2026 19:48 WIB

Image Print

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani memberi bekal kepada para mahasiswa baru Universitas Sugeng Hartono di Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani memberi bekal kepada para mahasiswa baru Universitas Sugeng Hartono.

Pada pembekalan dan materi penguatan karakter kepada ratusan mahasiswa baru Universitas Sugeng Hartono, Solo, Jawa Tengah, Rabu, ia meminta mahasiswa baru Universitas Sugeng Hartono tidak sekadar mengejar nilai akademik selama menjalani perkuliahan. Ia mendorong mahasiswa aktif mengambil peran, membangun kemandirian, dan memilih lingkungan pergaulan yang dapat membentuk karakter positif.

Astrid yang memiliki latar belakang akademisi dan pernah dipercaya menjadi rektor di usia 36 tahun mengatakan masa awal perkuliahan merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi perjalanan panjang di perguruan tinggi.

“Materi dari saya pada siang hari ini tentunya bisa menjadi bekal untuk teman-teman menjadi mahasiswa sejati. Saya tahu banget bahwa mahasiswa baru ini butuh semangat, butuh pegangan, dan bekal juga karena perjalanannya panjang sebagai seorang mahasiswa,” ujar Astrid.

Menurutnya, menjadi mahasiswa berarti memasuki fase kehidupan yang berbeda dibandingkan saat masih menjadi siswa. Mahasiswa dituntut lebih mandiri, proaktif, serta mampu bertanggung jawab terhadap pilihan dan keputusan yang diambil.

“Kita di sini harus sudah sadar betul posisi status kita sebagai mahasiswa yang lebih mandiri, lebih proaktif, dan memiliki peran tanggung jawab yang lebih besar,” tegasnya.

Astrid pun mengajak mahasiswa untuk tidak hanya datang ke kampus, mengikuti perkuliahan, kemudian pulang. Menurutnya, berbagai kegiatan organisasi, komunitas, maupun aktivitas positif di luar kelas dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun jejaring.

Ia berkaca pada pengalamannya saat menjadi mahasiswa di Universitas Diponegoro. Kala itu, Astrid aktif mengikuti organisasi musik hingga mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan dan berhasil menjadi Duta Wisata Jawa Tengah.

“Ambillah peran itu sebanyak-banyaknya. Nama perjalanannya mahasiswa, nanti perannya itu langsung dekat dengan masa depan kita,” katanya.

Bagi Astrid, pengalaman selama menjadi mahasiswa tidak kalah penting dengan pencapaian akademik. Sebab, pengalaman, termasuk kegagalan, akan menjadi bagian dari proses seseorang dalam membentuk karakter.

“Pengalaman itu paling mahal. Bahkan kegagalan pun akan menjadi guru atau pelajaran untuk kita lebih baik lagi,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak sembarangan memilih lingkungan pergaulan. Lingkungan yang positif dan konstruktif dinilai dapat membantu mahasiswa berkembang, sedangkan lingkungan yang salah berpotensi membawa mahasiswa pada berbagai persoalan sosial.

“Hati-hati memilih lingkungan yang positif dan konstruktif yang bisa membangun kita,” pesannya.

Astrid menyinggung sejumlah tantangan sosial yang perlu diwaspadai generasi muda, termasuk penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS. Menurutnya, mahasiswa harus memiliki kemampuan untuk menentukan pilihan dan berani mengatakan tidak terhadap berbagai hal yang dapat merusak masa depan.

Dalam pembekalan tersebut, Astrid juga menyampaikan lima nilai utama pendidikan karakter, yakni religiusitas, nasionalisme, gotong royong, integritas, dan kemandirian.

Ia memberikan perhatian khusus pada nilai kemandirian. Menurut Astrid, mahasiswa harus memiliki kemampuan untuk menggerakkan dirinya sendiri tanpa selalu menunggu dorongan dari orang lain.

“Kemandirian ini perlu dimiliki sebagai nilai dari mahasiswa. Karena kalau enggak mandiri, nanti enggak selesai-selesai skripsinya. Kembali lagi, motivasinya adalah dalam diri kita sendiri,” ujarnya.

Astrid berharap mahasiswa baru Universitas Sugeng Hartono menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk tumbuh, bukan hanya secara akademik tetapi juga secara personal.

Ia ingin mahasiswa berani mencoba, berani mengambil peran, belajar dari pengalaman, sekaligus membangun lingkungan pertemanan yang sehat.

“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang datang kuliah dan pulang. Ambil pengalaman sebanyak-banyaknya, bangun karakter, dan siapkan diri untuk masa depan,” pungkasnya.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.