Manila (ANTARA) - Sebanyak delapan orang meninggal dunia dan satu orang dilaporkan hilang akibat fenomena angin muson barat daya Habagat.

Badai muson tersebut menguat bersamaan dengan terjadinya siklon tropis Luis dan Maymay terus menghantam sejumlah kawasan di Filipina, demikian laporan pemerintah pada Minggu.

NDRMMC menjelaskan setidaknya 124 ribu keluarga atau 486 ribu orang terdampak bencana akibat hujan lebat dan banjir di sejumlah wilayah Filipina hingga Minggu pukul 18:00 waktu setempat.

Badan itu juga melaporkan tujuh orang terluka di Benguet akibat tanah longsor dan kecelakaan kendaraan. Satu orang di Batangas juga dilaporkan hilang.

NDRRMC menyebut warga terdampak tersebar di Wilayah I Ilocos, Wilayah II Cagayan, Wilayah III Luzon Tengah, Calabarzon, Mimaropa, Bicol, Wilayah VI Visayas barat, Wilayah IX Semenanjung Zamboanga, dan Daerah Cordillera (CAR).

Banjir dilaporkan terjadi di Wilayah I, Wilayah III, Mimaropa, CAR dan Calabarzon, sementara tanah longsor terjadi di Wilayah I, CAR dan Calabarzon. Hingga pukul 18:00 Waktu setempat, sebanyak 119 pusat evakuasi masih beroperasi dan menampung 2.500 keluarga atau 8.300 orang.

Baca juga: 26 tewas, puluhan hilang akibat badai Bualoi

Sebanyak 170 rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 13 rumah rusak total dan 157 rumah rusak Sebagian, sementara kerusakan infrastruktur diperkirakan mencapai 105,5 juta Peso (sekitar Rp30,95 miliar) dengan kerugian sektor pertanian mencapai 3,5 juta Peso (sekitar Rp1,02 miliar)

NDRRMC menyatakan pemerintah pusat, pemerintah daerah serta mitra lainnya telah menyalurkan bantuan senilai 13,93 juta Peso (sekitar Rp4,08 miliar) kepada keluarga yang terdampak.

Presiden Ferdinand R Marcos Jr telah mengarahkan lembaga pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul hujan lebat dan banjir yang melanda Metro Manila dan sejumlah wilayah di Luzon.

Pewarta: Bayu Prasetyo
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.