Bahlil: Kementerian ESDM mitigasi risiko El Nino pada fasilitas energi
Bahlil: Kementerian ESDM mitigasi risiko El Nino pada fasilitas energi
Jumat, 11 September 2026 17:03 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026). ANTARA/HO-BPMI-Sekretariat Presiden/aa.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya telah melakukan mitigasi terhadap risiko El Nino pada fasilitas energi, termasuk di kilang LNG (gas alam cair) Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat, yang sempat terancam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bahlil mengatakan fenomena El Nino tidak hanya berdampak terhadap sektor pertanian, tetapi juga berbagai sektor lainnya, termasuk energi.
“Kita tahu bahwa El Nino ini berdampak tidak hanya pada sektor pertanian, tapi hampir semua sektor termasuk energi,” kata Bahlil di Jakarta, Jumat.
Ia menyebut sejumlah fasilitas energi di wilayah timur Indonesia telah ditangani ketika menghadapi dampak kondisi tersebut. Kilang LNG Tangguh menjadi salah satu fasilitas yang secara khusus disorot Bahlil.
“Terutama di BP (pengelola kilang Tangguh) ya, di Tangguh, itu kebakaran dari hutan gambut itu hampir mendekati pusat-pusat tangki-tangki yang ada di sana. Tapi Alhamdulillah semuanya bisa teratasi dengan baik,” ujarnya.
Terkait langkah antisipasi apabila El Nino berlangsung lebih panjang, Bahlil menyatakan secara singkat bahwa langkah-langkah mitigasi telah dilakukan oleh pemerintah.
“Kita udah mitigasi, ya,” ucapnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat El Nino masih berada pada kategori sangat kuat.
Pada dasarian III Agustus 2026, anomali suhu muka laut wilayah Nino 3.4 tercatat positif 2,74 derajat Celsius, dengan rata-rata Juni-Juli-Agustus mencapai positif 2,2 derajat Celsius.
BMKG memprakirakan El Nino masih berpotensi bertahan hingga awal 2027.
Kondisi atmosfer yang relatif kering juga membuat risiko karhutla tetap perlu diwaspadai, dengan sebaran asap pada 10 September terpantau di sejumlah wilayah, termasuk Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Di Teluk Bintuni, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya memperkuat penanganan karhutla di sekitar Tangguh LNG melalui pengerahan satu helikopter water bombing.
Hingga 28 Agustus 2026, operasi tersebut telah melakukan 69 kali penyiraman dengan sekitar 69 ribu liter air. BNPB mencatat karhutla di Kabupaten Teluk Bintuni terpantau sejak 22 Agustus 2026.
Setelah operasi pemadaman, dua lokasi yang ditangani tidak lagi menunjukkan kobaran api, meski pemantauan tetap dilanjutkan karena masih terdapat asap tipis dan potensi bara di bawah tutupan vegetasi.
Hingga 28 Agustus, kondisi karhutla di sekitar wilayah operasi Tangguh LNG secara umum dinyatakan terkendali.
BNPB tetap melanjutkan pemantauan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait untuk mencegah api kembali berkembang.
Tangguh LNG merupakan salah satu fasilitas strategis hulu migas nasional. Setelah beroperasinya Train 3, kapasitas produksi Tangguh LNG mencapai 11,4 juta ton per tahun atau sekitar 35 persen dari produksi LNG nasional.
Pewarta : Aria Ananda
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026