Balai Karantina nilai mangga berpeluang menjadi komoditas ekspor baru NTB
Lombok Barat (ANTARA) - Balai Karantina Nusa Tenggara Barat (NTB) menilai buah mangga berpeluang menjadi komoditas ekspor baru yang dapat berkontribusi bagi perputaran roda ekonomi bagi daerah tersebut.
"Di sini mangga sangat banyak dan potensi itu belum digali untuk tujuan ekspor," kata Kepala Karantina NTB Ina Soelistyani saat ditemui usai kegiatan Forum Konsultasi Publik di Lembar, Lombok Barat, Senin.
Ina mengatakan sebagai besar hasil panen mangga dari berbagai wilayah di NTB masih dipasarkan untuk kebutuhan domestik.
Menurut dia, komoditas tersebut berpeluang meningkatkan nilai ekspor non-tambang daerah jika kualitas dan persyaratan teknis dapat dipenuhi secara konsisten.
Baca juga: Balai Karantina NTB melepasliarkan ribuan ekor burung ke TWA Suranadi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTB memproduksi mangga sebanyak 1,30 juta kuintal atau setara 130.552 ton sepanjang tahun 2025.
Daerah penghasil mangga terbanyak adalah Kabupaten Sumbawa mencapai angka 352.035 kuintal, Kabupaten Lombok Tengah mencapai 298.827 kuintal, dan Kabupaten Lombok Utara sebanyak 113.369 kuintal.
Komoditas mangga menduduki peringkat tertinggi dari sisi produksi, kemudian diikuti oleh produksi pisang sebanyak 875.040 kuintal dan produksi durian seberat 252.866 kuintal.
Ina menuturkan salah satu faktor penting dalam ekspor komoditas pertanian adalah kemampuan menjaga kontinuitas pasokan. Ketersediaan produk secara berkelanjutan menjadi syarat utama agar mampu memenuhi permintaan pasar luar negeri.
Baca juga: Karantina NTB memperketat pengawasan lalu lintas tuna giling
"Hal terpenting untuk ekspor adalah kontinuitas," ucap dia.
Selain mangga, Karantina NTB juga melihat potensi ekspor dari komoditas kopi dan kakao. Kedua komoditas tersebut memiliki karakteristik khas dan juga belum dimanfaatkan secara maksimal untuk menembus pasar internasional.
Ina mengungkapkan proses penerbitan sertifikat karantina sebagai paspor untuk ekspor komoditas tidak butuh waktu lama jika semua persyaratan teknis sudah lengkap.
"Tidak sampai satu hari, hitungan jam, jika persyaratan teknis sudah terpenuhi di depan," ucapnya.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026