Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan Bandar Udara Wanam di Papua Selatan untuk mendukung kawasan food estate atau lumbung pangan di wilayah tersebut. Proyek bandara ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp2,23 triliun.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa mengatakan, pembangunan Bandara Wanam saat ini masih menunggu penyelesaian perizinan lingkungan dan persoalan tanah ulayat atau tanah adat. Meski demikian, kontrak untuk pekerjaan awal sudah tersedia.

"Jadi soal wanam, saat ini kita sedang memproses izin lingkungan. Jadi kita sudah kontrak dan pelaksanaan sudah ada. Tapi sesuai aturan kan kita bisa melakukan pekerjaan setelah proses perizinan semua sudah diselesaikan," kata Lukman saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Lukman mengatakan, pemerintah menargetkan persoalan tanah ulayat dapat diselesaikan pada bulan ini. Jika seluruh perizinan rampung sesuai target, pekerjaan fisik dapat dimulai pada Oktober 2026.

"Jadi saat ini kita sedang menunggu izin lingkungan, tetapi yang perlu diselesaikan terkait dengan tanah ulayat. Mudah-mudahan kalau tanah ulayat bisa selesai dalam bulan ini. Insya Allah pekerjaan akan diselesaikan di bulan Desember untuk yang single years," ujarnya.

Ia menuturkan, pekerjaan yang berjalan pada 2026 menggunakan skema kontrak single year. Setelah pekerjaan tersebut selesai, pembangunan akan dilanjutkan melalui kontrak tahun jamak atau multi years contract (MYC) untuk 2027 dan 2028.

"Nah selanjutnya tahun 2027 dan 2028, setelah itu kita akan lelang lagi untuk multi years kontrak," tutur dia.

Lukman memastikan pembangunan Bandara Wanam sudah masuk dalam penganggaran pemerintah, baik untuk tahun berjalan maupun tahun depan.

Ketika ditanya mengenai nilai proyek tersebut, dia menyebut estimasinya mencapai Rp2,23 triliun.

"Sudah. Estimasi Rp2,23 triliun," ungkap Lukman.

Adapun untuk 2027, proses lelang akan dilakukan kembali untuk melanjutkan pembangunan dengan skema kontrak multi years.

"Tahun depan lelang untuk multi-years kontrak. Kalau sekarang kan single years kontrak, diselesaikan Desember. Kemudian tahun depan dan berikutnya itu akan lelang multi years kontrak," jelasnya.

Pemerintah berharap Bandara Wanam dapat mulai beroperasi pada 2029. Namun, target tersebut tetap bergantung pada ketersediaan anggaran untuk melanjutkan seluruh tahapan pembangunan.

"Ya kita harapkan sih tahun 2029 ya. Karena semua kan tergantung anggaran. Kalau anggaran ada, kita bisa (kerjakan)," ucap dia.

Adapun Bandara Wanam sendiri tidak dibangun semata-mata untuk melayani mobilitas masyarakat. Pemerintah menyiapkannya sebagai infrastruktur pendukung kawasan pangan di Papua Selatan. Lukman menegaskan, pembangunan Bandara Wanam ditujukan untuk mendukung lumbung pangan atau food estate.

"Untuk food estate," tegasnya.

Dalam rencana kerja anggaran Ditjen Perhubungan Udara 2027, Bandara Wanam dan Bandara Mopah memang tercantum sebagai bandara pendukung sentra produksi pangan. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari penugasan Kemenhub dalam Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional.

Lukman mengatakan, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi diinstruksikan melakukan percepatan pembangunan dan pengembangan bandar udara sebagai pendukung kawasan tersebut, mulai dari penyusunan perencanaan teknis, pembangunan fasilitas, verifikasi hasil pembangunan, hingga operasional bandar udara.

Dukungan terhadap Bandara Wanam juga tercermin dalam pagu anggaran Ditjen Perhubungan Udara 2027. Dari total pagu Rp6,12 triliun, sebesar Rp1,289 triliun dialokasikan untuk dukungan pelayanan berupa kegiatan pengembangan bandar udara, termasuk kegiatan yang didanai melalui sumber dana SBSN untuk Bandara Wanam, Bandara Mopah Merauke, Bandara Naha, Betoambari, Tampa Padang, Nop Goliat Dekai, Babo, dan Gorontalo.

Untuk pembangunan Bandara Wanam sendiri, Lukman menegaskan, pekerjaan ditargetkan mulai pada Oktober tahun ini setelah seluruh perizinan diselesaikan.

"Kita harapkan semua perizinan selesai di bulan ini. Kita start bulan Oktober 2026," pungkasnya.

Pelabuhan Wanam di Papua. (Dok. Tangkapan Layar/Google Maps)Pelabuhan Wanam di Papua. (Dok. Tangkapan Layar/Google Maps) Foto: (Dok. Tangkapan Layar/Google Maps)

(dce) [Gambas:Video CNBC]