Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengoptimalkan pendidikan nonformal melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS) masyarakat yang saat ini masih 7,33 tahun.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah Ahmad Syarifullah Nizam di Koba, Jumat, mengatakan penguatan pendidikan nonformal menjadi perhatian pemerintah daerah karena capaian RLS Bangka Tengah masih relatif rendah dibandingkan sejumlah daerah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ia menilai keberadaan warga belajar yang mayoritas merupakan kaum ibu menunjukkan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam membuka kembali akses pendidikan bagi masyarakat dewasa.

"Ibu-ibu wajib mencari ilmu untuk mendidik anak-anak. Pemerintah sangat berkonsentrasi pada pendidikan nonformal ini karena rata-rata lama sekolah di Bangka Tengah masih relatif rendah," katanya.

Ia juga meminta para lulusan SKB menjadi contoh sekaligus mengajak masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan untuk kembali belajar melalui program kesetaraan.

"Kami akan melibatkan para lulusan ini sebagai duta untuk mengajak masyarakat luas kembali belajar," ujarnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah Esdras Silverius Bangun mengatakan pendidikan kesetaraan melalui SKB memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tidak menyelesaikan pendidikan formal untuk kembali menempuh pendidikan.

"Pada tahun ajaran berikutnya, jumlah warga belajar yang sedang berproses mencapai 203 orang. Ini menunjukkan masyarakat semakin memanfaatkan program pendidikan kesetaraan," kata Esdras.

Menurut dia, pemerintah daerah tidak hanya mengejar peningkatan angka RLS melalui pendidikan akademik, tetapi juga membekali warga belajar dengan keterampilan yang dapat menunjang kemandirian.

SKB Bangka Tengah, kata dia, telah mengembangkan program kecakapan hidup atau vokasi, antara lain tata boga dan menjahit, serta akan memperluasnya ke bidang keterampilan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.

"Jadi, warga belajar tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk meningkatkan peluang ekonomi," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.