Manokwari (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) menyebut hilirisasi komoditas unggulan menjadi percepatan transformasi ekonomi Provinsi Papua Barat untuk meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta menjaga stabilitas harga.

Kepala Perwakilan BI Papua Barat Setian di Manokwari, Kamis, mengatakan pertumbuhan ekonomi secara kumulatif sepanjang 2025 mencapai 6,46 persen dengan tingkat inflasi yang terjaga pada level 2,59 persen secara tahunan.

“Tetapi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif mentah dan tantangan konektivitas masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa hilirisasi memiliki efek berganda karena tidak hanya menciptakan pertumbuhan ekonomi berbasis nilai tambah, tetapi memperkuat ketahanan pasokan logistik pangan, sekaligus dapat memperluas lapangan kerja.

BI kemudian menginisiasi lomba karya tulis rekomendatif pada Pekan Perekonomian Daerah Papua Barat (Papedanomics) 24-27 Agustus 2026 yang diikuti 423 karya tulis dari akademisi, peneliti dan mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Papedanomics sebagai ajang riset serta rekomendasi kebijakan untuk percepat transformasi ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut dia kegiatan yang mengusung tema ‘Hilirisasi sebagai Akselerator Transformasi Perekonomian Papua serta Penopang Stabilitas Inflasi Daerah’ mempertemukan gagasan riset aplikatif dengan dialog kebijakan mengenai transformasi ekonomi.

Para peserta terlebih dahulu mengikuti proses kurasi dan pembekalan metodologi yang melibatkan panitia dari Universitas Papua, Badan Pusat Statistik Papua Barat, dan Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Papua Barat.

“Karya ilmiah terbagi dalam kategori umum nasional yang mencakup kebijakan makro, investasi, dan rantai pasok. Kategori mahasiswa Papua fokus pada optimalisasi komoditas lokal dan pemberdayaan UMKM,” kata Setian.

Baca juga: Pemprov Papua Barat rumuskan strategi hilirisasi pengelolaan kayu log

Baca juga: Mentan sebut Papua Barat jadi contoh hilirisasi kelapa sawit

Baca juga: Bahlil pacu hilirisasi di Papua lewat infrastruktur industri

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.