Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk. (BMAS) berencana menggelar aksi korporasi melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue. Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), bank yang sebelumnya bernama PT Bank Maspion Indonesia Tbk. itu akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,87 miliar saham baru atau setara 15,88% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Rencana tersebut masih akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026. Manajemen Kasikorn juga menegaskan bahwa pelaksanaan rights issue baru dapat dilakukan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB, menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta memperoleh pernyataan efektif dari regulator.

Dijelaskan bahwa saham baru yang diterbitkan memiliki nilai nominal Rp100 per saham dan akan dicatatkan di BEI sesuai ketentuan yang berlaku. Saham tersebut juga akan memiliki hak yang sama dengan saham Perseroan yang telah beredar, termasuk hak atas dividen.

Adapun harga pelaksanaan rights issue maupun jumlah final saham baru yang diterbitkan belum ditetapkan. Perseroan menyatakan informasi tersebut akan disampaikan lebih lanjut dalam prospektus setelah seluruh persyaratan telah dipenuhi.

Dari sisi penggunaan dana, seluruh hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan sebagai modal kerja, khususnya untuk mendukung peningkatan penyaluran kredit Perseroan. Menurut manajemen, aksi korporasi ini juga diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus membuka peluang masuknya investor baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja perusahaan.

Pelaksanaan rights issue nantinya akan dilakukan paling lambat 12 bulan sejak memperoleh persetujuan RUPSLB sesuai ketentuan yang berlaku.

(ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC]