Barabai (ANTARA) - Bank Sampah berbasis digital Ratikita.id dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengembangkan inovasi AI Agent Chatbot dalam menunjang pelayanan dan masuk dalam nominasi Kalimantan Selatan (Kalsel) Innovation Award (KIA) tahun 2026.

"Terobosan inovasi ini kami hadirkan untuk mempermudah pelayanan sampah 24/7 atau setiap waktu dan setiap saat untuk melayani masyarakat lewat aplikasi Ratikita," kata Direktur Ratikita.id Muliyadi Saputra di Barabai, Minggu. 

Beberapa waktu lalu, pihaknya diundang ke Banjarbaru untuk presentasi di hadapan para juri yang dihadirkan Badar Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Kalsel dalam event KIA dan masuk dalam rangkaian peringatan hari jadi Kalsel ke-76. 

Muliyadi menerangkan, pihaknya hadir sebagai terundang perwakilan masyarakat yang sebelumnya sempat menjuarai event inovasi serupa di tingkat Kabupaten HST. 

Dalam perjalanannya, Muliyadi menerangkan perjalanan dirinya bersama tim dalam menggagas terobosan sebagai bank sampah digital pertama di Kalsel maupun Kalimantan. 

Digitalisasi bank sampah tersebut dikembangkan secara mandiri oleh tim inti Ratikita.id, terutama pakarnya CTO dari Bumi Murakata Muhammad Zuhdi Rajibi. 

"Alhamdulillah, inovasi kami menghadirkan bank sampah digital ini diterima dengan baik oleh masyarakat luas, dengan mengedepankan transparansi dan pencatatan digital yang tiap saat bisa diakses masyarakat," jelasnya. 

"Tim kami dalam pengembangan aplikasi dan pengelolaannya tidak pakai pihak ketiga atau vendor pengembang seperti bank sampah digital lainnya. Melainkan murni karya inovasi dan dikelola oleh tim kami sendiri," ujarnya. 

Saat ini Ratikita juga sudah mulai ekspansi kabupaten tetanggga dan provinisi tegangga, dan telah memiliki ribuan nasabah dari empat kabupaten di Kalsel dan satu kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng). 

"Semoga dengan berbagai inovasi yang kami hadirkan, bisa turut membantu dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik di berbagai daerah, khususnya di Kalsel," harapnya.

Pewarta: Muhammad Hidayatullah
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.