Basarnas: Warga turut cari jurnalis hilang ikuti prosedur keselamatan

Kamis, 10 September 2026 20:11 WIB

Image Print

Seorang prajurit TNI AL awak KRI Lepu-861 memantau pencarian kapal cepat yang hilang kontak menggunakan teropong di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9/2026). TNI AL mengerahkan KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861 untuk mencari lima jurnalis, dua awak kapal, dan seorang pemandu yang dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. ANTARA FOTO/HO-Dispenal/MRH/tom

Pandeglang (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) meminta warga yang turut mencari lima jurnalis serta tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau agar tetap mengikuti prosedur keselamatan.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii saat meninjau Pos SAR Marina Carita Pandeglang, Banten, Kamis, menekankan pentingnya masyarakat terus memperbarui atau update informasi terkait batas aman jangkauan kapal dari pemerintah daerah setempat.

"Jadi, tentunya yang terjadi ini kan erupsi ada di gunung, radius 3 km yang tidak diizinkan. Di luar itu, kalau memang diperbolehkan, tentunya kita juga tidak akan membatasi aktivitas dari masyarakat itu, tetapi yang saya ingin imbau, agar seluruh masyarakat mengikuti ketentuan-ketentuan, baik itu yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah atau kementerian/lembaga yang berwenang," katanya.

Basarnas juga memastikan operasi pencarian akan dioptimalkan selama tujuh hari sesuai dengan standar pedoman International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR).

Ia menambahkan, hingga hari ketiga operasi pencarian pengerahan kekuatan gabungan terus digencarkan secara masif dan terkoordinasi dengan melibatkan unsur lintas instansi.

"Operasi terus kita laksanakan. Kalau mengacu kepada IAMSAR guidelines, bahwa operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama tujuh hari. Dan nanti pada saat hari ketujuh, kita akan lakukan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya," tuturnya.

Syafii juga menyatakan bahwa hasil operasi pencarian melalui udara di hari ketiga ini belum menghasilkan temuan.

"Kalau saya pribadi dengan pesawat tadi memang belum melihat, tetapi hasil operasi hari ini tentunya dari laporan enam sektor yang ada di lapangan dan itu nanti akan dilaporkan ke posko gabungan," ucapnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan pantauan langsung dari udara dengan menggunakan sarana penerbangan, pihak Basarnas mengaku belum melihat secara langsung tanda-tanda keberadaan korban di daratan pulau sekitar Gunung Anak Krakatau.

Pewarta : Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026