Mataram (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengubah pola pendistribusian bantuan siswa miskin guna memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran hanya kepada peserta didik yang benar-benar membutuhkan.

"Mulai tahun ajaran baru 2026/2027 pemberian bantuan bagi siswa miskin kami perketat dan lebih selektif agar bantuan tidak tumpang tindih," kata Ketua Baznas Kota Mataram Djaswad di Mataram, Senin.

Langkah itu diambil guna mengeliminasi masalah data ganda serta mencegah indikasi tumpang tindih bantuan sehingga berpotensi terjadinya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Bantuan tumpang tindih yang dimaksudkan, kata dia, misalnya Baznas sudah memberikan bantuan seragam, ternyata siswa tersebut juga sudah mendapatkan bantuan serupa dari Dinas Pendidikan Kota Mataram.

Apabila ada siswa miskin yang belum dapat bantuan siswa miskin atau BSM dari Dinas Pendidikan, maka pihak dinas bisa mengusulkan ke Baznas Kota Mataram.

Untuk BSM tahun ajaran baru 2026/2027 Baznas Kota Mataram saat ini masih menunggu usulan dari Dinas Pendidikan terkait jenis bantuan dan sasaran siswa yang membutuhkan.

Bantuan diberikan sesuai kebutuhan siswa miskin, baik itu seragam termasuk sepatu, alat tulis, atau dalam bentuk uang tunai.

"Siswa boleh mendapatkan BSM dalam bentuk uang tunai, asalkan mereka menyerahkan kuitansi bukti pembelian seragam," ucap dia.

Baznas hingga kini belum bisa menyebut angka pasti jumlah sasaran bantuan karena menunggu data dari Dinas Pendidikan. Namun secara keseluruhan BSM bagi siswa SD dan SMP di Kota Mataram hampir mencapai 1.000 siswa.

Di sisi lain untuk meningkatkan ekonomi keluarga, katanya, selain memberikan BSM, orang tua dari siswa miskin juga diakomodasi untuk mendapatkan pelatihan sesuai dengan bakat dan minat mereka.

Setelah pelatihan, mereka akan diberikan peralatan dan bantuan modal awal untuk membuka usaha. Melalui program itu, diharapkan keluarga mereka bisa keluar dari garis kemiskinan.

Jika orang tua mereka sudah keluar dari garis kemiskinan, secara otomatis anak mereka juga tidak lagi menerima BSM. Kuota mereka diganti dengan siswa lain.

Pewarta : Nirkomala
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026