Jalur vital: Beda Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb
Jika sama-sama disebut sebagai jalur vital perdagangan minyak global, sebenarnya apa perbedaan Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb?
Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb merupakan jalur laut strategis yang dilalui kapal pengangkut minyak, tetapi memiliki posisi dan fungsi yang berbeda dalam rantai perdagangan energi dunia.
Selat Hormuz menjadi pintu keluar utama minyak dari kawasan Teluk Persia, sedangkan Bab el-Mandeb menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Teluk Arab.
Lantas, mengapa gangguan ini dapat memengaruhi satu sama lain? Berikut penjelasannya, dilansir dari Energy Information Administration (EIA, 21/9).
Di mana Selat Hormuz dan mengapa penting?
Secara geografis, Selat Hormuz berada di antara Iran dan Oman. Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan kemudian menuju Laut Arab.
Posisi tersebut membuat Hormuz menjadi salah satu jalur terpenting bagi minyak yang keluar dari kawasan Teluk menuju jalur pasar global.
Energy Information Administration (EIA) memperkirakan aliran minyak melalui Hormuz mencapai rata-rata 20,9 juta barel per hari pada semester pertama 2025. Besarnya volume yang melewati jalur ini membuat gangguan di Selat Hormuz dapat berdampak jauh melampaui kawasan Timur Tengah.
Apa Itu Bab el-Mandeb?
EIA mencatat bahwa Bab el-Mandeb merupakan jalur strategis bagi pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia menuju Eropa melalui Laut Merah dan Terusan Suez.
Jika Hormuz menjadi pintu keluar utama kawasan Teluk Persia, Bab el-Mandeb berada di antara Tanduk Afrika dan Timur Tengah. Selat ini menjadi penghubung antara Laut Merah, Teluk Aden dan Laut Arab. Posisi Bab el-Mandeb ini menjadi jalur penting yang membawa energi menuju Eropa.
Beda Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb
Kedua selat tersebut berada pada bagian perjalanan yang berbeda. Hormuz lebih berkaitan dengan keluarnya minyak dari kawasan produsen di Teluk Persia, sedangkan Bab el-Mandeb berperan dalam menghubungkan jalur energi tersebut dengan Laut Merah dan rute menuju Terusan Suez.
Meskipun begitu, Hormuz dan Bab el-Mandeb bisa saling berkaitan dan sebenarnya tidak bisa selalu dilihat sebagai jalur yang berdiri sendiri. Dalam rute tertentu, keduanya merupakan bagian dari perjalanan yang sama.
Minyak dari kawasan Teluk Persia terlebih dahulu keluar melalui Hormuz, kemudian dapat melanjutkan perjalanan menuju Bab el-Mandeb sebelum masuk ke Laut Merah dan akhirnya menuju Terusan Suez.
Dampak Gangguan dari Dua Selat
Dua selat ini merupakan chokepoint. EIA menjelaskan bahwa chokepoint ini merupakan jalur sempit yang sangat penting bagi perdagangan energi global. Gangguan, meskipun sementara, dapat menyebabkan keterlambatan pasokan dan meningkatkan biaya pengiriman, yang kemudian berpotensi mendorong harga energi dunia.
Ketika jalur strategis terganggu, pemilihan rute biasanya membutuhkan waktu lebih lama dan menimbulkan biaya yang lebih besar. Selain itu, kapasitas jalur alternatif tetap terbatas dan tidak selalu dapat menggantikan seluruh volume yang biasanya melewati jalur laut.
Penutup
Ukuran kedua selat mungkin tidak sebanding dengan luasnya perdagangan yang bergantung pada jalur tersebut. Namun, posisi geografisnya membuat gangguan di satu titik dapat memengaruhi perjalanan kapal, biaya pengiriman, hingga keseimbangan energi di berbagai negara.
Karena itu, ketika nama Selat Hormuz atau Bab el-Mandeb kembali muncul dalam berita, keduanya bukan sekadar nama tempat di peta. Keduanya adalah bagian penting dari jalur yang menghubungkan minyak dari kawasan Timur Tengah dengan pasar energi dunia.