Begini Awal Mula Terjadinya Kerusuhan dan Kebakaran di Lapas Merauke
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:56 WIB
Jayapura, VIVA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke, Papua Selatan melakukan penanganan usai terjadi kericuhan dan kebakaran di lapas tersebut pada Jumat (9/10/2026).
Baca Juga
"Pihak lapas juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas pemadam kebakaran, TNI, dan kepolisian setempat untuk penanganan lebih lanjut," kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal (Ditjenpas) Pemasyarakatan Papua Sutarno dalam siaran pers yang diterima di Jayapura, Sabtu (10/10/2026).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Sutarno, kejadian tersebut berawal pada Kamis (8/10/2026) di mana Kepala Kesatuan Pengamanan beserta jajaran melakukan sosialisasi penertiban telepon genggam ilegal, narkotika, dan barang-barang terlarang lainnya di kamar hunian warga binaan.
Baca Juga
"Namun, warga binaan tidak terima atas arahan dan berkumpul pada Jumat (9/10) sehingga kondisi tidak kondusif dan terjadi pelemparan batu serta pembakaran oleh warga binaan dari arah ruangan registrasi kemudian berlanjut ke area dapur dan sekitarnya," ujarnya.
Dia menjelaskan petugas lapas segera melakukan upaya pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan dan warga binaan juga telah dievakuasi ke titik aman dan area steril sesuai standar operasional prosedur penanggulangan bencana.
Baca Juga
"Selanjutnya, jajaran Kanwil Ditjenpas Papua telah melakukan pemantauan serta koordinasi dengan jajaran Lapas Merauke dan forum koordinasi pimpinan daerah di Merauke," katanya.
Dia menambahkan aparat keamanan juga memastikan penanganan pascakejadian berjalan secara cepat, terukur, terpadu, dan sesuai ketentuan yang berlaku dengan melaksanakan peninjauan langsung ke blok hunian dan dialog dengan perwakilan warga binaan.
"Ini untuk meredam potensi eskalasi, memulihkan stabilitas keamanan dan ketertiban, serta memastikan keberlangsungan penyelenggaraan pelayanan dan pembinaan pemasyarakatan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ditjenpas Papua akan terus melakukan koordinasi, pemantauan, dan evaluasi terhadap perkembangan penanganan di Lapas Merauke.
Berdasarkan sistem database pemasyarakatan per 8 Oktober 2026, Lapas Merauke dihuni 564 orang. Saat ini, situasi berhasil ditenangkan di mana perwakilan warga binaan menyatakan komitmen untuk kembali menjaga situasi yang aman, tertib, dan kondusif di blok hunian masing-masing. (Ant)
Pertamina Bantu Perajin Tenun Desa Adat Sade Kembali Berkarya Pasca Kebakaran
Masyarakat Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sedang berupaya memulihkan kehidupan dan aktivitas ekonomi setelah musibah kebakaran pada Agustus
VIVA.co.id
10 Oktober 2026