Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan peninjauan kembali terhadap kriteria saham yang masuk dalam High Shareholding Concentration (HSC) List. Hasil evaluasi tersebut membuat sebanyak 37 emiten baru akan masuk ke dalam daftar saham dengan indikasi kepemilikan terkonsentrasi.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap kriteria serta faktor pemicu (trigger factors) yang digunakan dalam penentuan saham HSC. Sebagai hasilnya, BEI merevisi metodologi HSC dengan menambahkan satu kriteria baru berupa price impact ratio.

Jeffrey menjelaskan kriteria price impact ratio akan diterapkan pada seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Saham yang memiliki price impact ratio tinggi akan melalui proses screening untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya indikasi kepemilikan saham yang terkonsentrasi.

Price impact ratio sendiri dihitung dengan membandingkan perubahan harga saham terhadap tingkat velocity saham tersebut. Sementara velocity dihitung berdasarkan rata-rata volume transaksi dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar di publik atau free float.

"Artinya saham-saham yang aktivitas volume transaksinya rendah Tentu akan menghasilkan velocity yang rendah. Dengan velocity yang rendah tetapi dengan perubahan harga yang besar Tentu akan menghasilkan price impact ratio yang tinggi. Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening Terhadap potensi ada atau tidaknya high shareholding concentration," jelas Jeffrey di konferensi pers BEI, Jakarta, Selasa, (14/7/2026).

Meski demikian, Jeffrey menegaskan faktor pemicu lain yang selama ini digunakan dalam fungsi pengawasan tetap akan diterapkan. Pengawasan tersebut dilakukan untuk mendeteksi indikasi konsentrasi kepemilikan maupun aktivitas perdagangan yang memerlukan perhatian khusus.

BEI akan melakukan evaluasi price impact ratio secara berkala setiap tiga bulan mengikuti siklus evaluasi indeks utama di bursa. Sementara itu, trigger factors dari fungsi pengawasan akan tetap dilakukan secara insidental dan tidak terbatas pada periode evaluasi tertentu.

"Kami akan segera mengumumkan ada 37 saham baru masuk dalam kriteria high shareholding concentration Sehingga total saham yang ada di dalam high shareholding concentration akan menjadi 51 saham," kata dia.

Jeffrey mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari reformasi berkelanjutan yang dilakukan BEI. Tujuannya adalah untuk memastikan terciptanya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien di pasar modal Indonesia.

Ia menambahkan pengumuman resmi mengenai daftar saham terbaru yang masuk kategori HSC akan disampaikan setelah penutupan perdagangan hari Selasa ini.

(ayh/ayh)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]