Bentrokan di Menteng, polisi periksa intensif tiga orang
Bentrokan di Menteng, polisi periksa intensif tiga orang
Senin, 27 Juli 2026 07:35 WIB
Ilustrasi: Bentrok antarwarga di Makassar, Sulawesi Selatan. FOTO ANTARA/Yusran Uccang.
Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Pusat memeriksa secara intensif tiga orang berinisial S, T, dan U yang diamankan terkait bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold EP Hutagalung mengatakan ketiga orang itu saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Menteng.
"Kami telah mengamankan tiga orang warga yang diduga terlibat, yaitu saudara S, saudara T, dan saudara U yang saat ini sudah diamankan di Polsek Menteng. Dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengetahui asal-muasal peristiwa tersebut," kata Reynold di Jakarta, Minggu.
Selain memeriksa ketiga orang tersebut, penyidik juga mendalami dugaan keterlibatan pihak lain yang diduga memicu bentrokan.
Ia menyebut, secara keseluruhan, polisi telah mengamankan sekitar 15 orang untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Mereka diperiksa dengan mengelompokkan berdasarkan rangkaian peristiwa yang terjadi di kawasan Matraman dan Jalan Tambak.
"Kalau untuk peristiwa itu secara keseluruhan kami melakukan pengamanan pemeriksaan secara intensif itu sejumlah kurang lebih 15 orang. Namun untuk klastering dalam peristiwa-peristiwa, kami beda-bedakan," ujarnya.
Kapolres menambahkan, penyidik juga memeriksa para korban dan saksi, termasuk mendalami dugaan perusakan gerobak milik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta dugaan penganiayaan terhadap warga yang terjadi saat bentrokan.
Penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara utuh penyebab bentrokan serta peran masing-masing pihak yang terlibat sesuai alat bukti yang dikumpulkan.
"Mana korban ataupun yang patut diduga sebagai pelaku, tentunya itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Reynold.
Sementara itu, Kepolisian menyiagakan personel gabungan guna memastikan kondisi kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, tetap kondusif usai bentrokan yang terjadi Minggu pagi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung mengatakan pihaknya bersama Polsek Menteng, Kodim 0501/Jakarta Pusat, serta personel bantuan kendali operasi (BKO) dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya disiagakan di lokasi.
"Hari ini kami dari Polres Jakarta Pusat, Kodim 0501 dan Polsek Menteng dibantu BKO penuh dari jajaran Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya melakukan pengamanan untuk menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Jalan Tambak, Menteng," kata Reynold di Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan bentrokan bermula sekitar pukul 10.00 WIB akibat perselisihan antara sekelompok orang dengan warga Matraman.
Keributan kemudian bergeser hingga ke Jalan Tambak dan berujung aksi saling lempar batu.
Akibat kejadian itu, dua orang dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Salah seorang korban berinisial K (23) meninggal dunia, sedangkan korban lainnya masih menjalani perawatan.
Kapolres mengimbau masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi mengenai insiden tersebut.
"Sampai dengan malam ini kami pastikan situasi aman dan kondusif. Kami memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga, khususnya di wilayah Tambak, Matraman dan Menteng," ujarnya.
Menurut Reynold, polisi juga akan terus melakukan patroli untuk menjaga keamanan dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Ia menambahkan penyelidikan terhadap penyebab bentrokan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat sesuai prosedur hukum.
"Kami melakukan untuk penegakan hukum agar kedua belah pihak dapat secara adil dalam proses penegakan hukum, baik sisi warga maupun sekelompok orang yang menjadi korban," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polisi periksa intensif tiga orang terkait bentrokan di Tambak Menteng
Pewarta : Adimas Raditya Fahky P
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.