Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menyoroti kondisi pemain tim asuhannya jelang menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan kedua BRI Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (13/9) pukul 19.00 WIB.

Dikutip dari laman resmi I.League, Rabu, Tavares menjelaskan belum bisa sepenuhnya menyusun rencana pertandingan, sebab kondisi sejumlah pemain.

Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut menjelaskan beberapa pemain disebut belum berada dalam kondisi terbaik dan ada pula penggawa yang tidak dapat tampil.

"Sekarang kami perlu melihat kondisi para pemain karena ada beberapa pemain yang tidak dalam kondisi 100 persen," kata Tavares.

"Beberapa tidak bisa berpartisipasi hari itu dan yang lainnya ditarik keluar karena cedera. Kami akan lihat siapa yang bisa diandalkan, baru kami buat rencana," kata dia.

Baca juga: Bhayangkara ditahan imbang Persebaya 1-1

Pada pekan pertama BRI Super League, Persebaya Surabaya berhasil mencuri satu poin ketika bertandang ke markas Bhayangkara FC, akhir pekan lalu.

Selanjutnya Persebaya Surabaya harus menjalani perjalanan panjang pulang dari Lampung dan waktu singkat yang tersisa akan mereka gunakan untuk memulihkan kondisi skuad.

Mantan pelatih PSM Makassar itu meminta para pendukung Persebaya Surabaya untuk memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo saat menjamu PSIM Yogyakarta dan menjadi kekuatan tambahan Bajul Ijo.

Dia mengingatkan bahwa PSIM Yogyakarta bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata dan catatan musim lalu menjadi pengingat bahwa Persebaya Surabaya harus benar-benar siap menghadapi Laskar Mataram.

"Jangan lupa musim lalu tim asal Yogyakarta tersebut menang di sini 1-0. Jadi kami harus berekspektasi laga akan sulit karena mereka juga mendatangkan pemain-pemain bagus," kata Tavares.

Baca juga: Tavares keluhkan cuaca panas dan angin kencang lawan Bhayangkara

Baca juga: Persebaya tempuh perjalanan darat-laut imbas erupsi Anak Krakatau

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.