Beruang Madu Serang Warga Riau, Tim BKSDA Gercep Turun Tangan
Pelalawan -
Seekor beruang madu dilaporkan menyerang warga di Pelalawan, Riau. Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung bergerak cepat ke lokasi.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau turun tangan menindaklanjuti laporan dugaan konflik antara satwa liar dengan warga desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Kronologi Warga Riau Diserang Beruang Madu
Berdasarkan keterangan yang disampaikan pemerintah desa, korban diserang seekor beruang madu saat sedang berada di kebun miliknya. Satwa dengan nama ilmiah Helarctos malayanus tersebut diketahui menyerang korban dari arah belakang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban kemudian melakukan perlawanan sehingga si beruang madu melepaskan serangannya dan melarikan diri dari lokasi kejadian. Meskipun berhasil menyelamatkan diri, korban mengalami luka yang cukup parah akibat serangan tersebut.
Setibanya di rumah, korban dilaporkan kehilangan banyak darah hingga akhirnya pingsan. Pihak keluarga segera membawa korban ke Rumah Sakit Selasih Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan penanganan medis. Saat ini, kondisi korban telah ditangani tenaga medis.
Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) dari Pekanbaru langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan mitigasi dan mencegah konflik satwa serupa dengan warga tidak terulang.
Tim WRU membawa satu unit kandang jebak (box trap) sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dalam penanganan konflik satwa liar. Bersama pemerintah desa dan aparat setempat, mereka memasang kandang jebak di sekitar lokasi kejadian.
Langkah ini dilakukan untuk memantau keberadaan satwa sekaligus sebagai upaya mitigasi apabila beruang kembali memasuki kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Tim BBKSDA Riau memasang kandang Jebak untuk menangkap Beruang Madu Foto: (dok. Istimewa)
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono menegaskan, keselamatan warga masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan konflik satwa liar.
"Setiap laporan konflik satwa liar kami tindak lanjuti dengan menurunkan tim WRU ke lapangan. Penanganan dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat agar langkah mitigasi dapat berjalan secara efektif," kata Supartono dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Beruang Madu Termasuk Satwa yang Dilindungi
Beruang madu merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, setiap penanganan konflik dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan keselamatan manusia sekaligus menjaga kelestarian satwa beserta habitatnya.
Tim BBKSDA Riau terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, aparat setempat, serta pihak terkait untuk menentukan langkah-langkah mitigasi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
BBKSDA Riau mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kebun maupun kawasan yang berbatasan dengan habitat satwa liar agar meningkatkan kewaspadaan, menghindari bekerja seorang diri, serta segera melaporkan kepada BBKSDA Riau atau aparat setempat apabila menemukan keberadaan satwa liar di sekitar permukiman maupun areal perkebunan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pun terus menekankan pentingnya mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar sebagai bagian dari pengelolaan konservasi yang adaptif.
Perlindungan keanekaragaman hayati, menurut dia harus sejalan dengan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan hutan, maupun habitat satwa liar.
Presiden Prabowo Subianto sudah memerintahkan jajarannya untuk dalam memperkuat mitigasi konflik manusia dan satwa liar melalui penanganan yang cepat, kolaboratif, dan berbasis konservasi. Kebijakan ini untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga tanpa mengabaikan perlindungan satwa liar beserta habitatnya.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video: Polisi-TNI-Damkar Evakuasi Beruang Madu yang Terjerat Jebakan"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)