BI Balikpapan siapkan pendampingan tiga bulan untuk UMKM lulusan NEA - ANTARA News Kalimantan Timur
Pendampingan selama tiga bulan itu untuk memastikan kesiapan produk dan rencana ekspor para peserta
Balikpapan (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Balikpapan menyiapkan pendampingan selama tiga bulan ke depan bagi UMKM di Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser yang telah selesai mengikuti rangkaian Nusantara Export Academy (NEA) 2026.
"Pendampingan selama tiga bulan itu untuk memastikan kesiapan produk dan rencana ekspor para peserta," kata Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, Sabtu.
Ia mengatakan sebanyak 41 UMKM terlibat dalam program ini. Mereka berasal dari sektor makanan dan minuman olahan, kriya (kerajinan tangan seperti aksesori, dekorasi, dan produk berbahan kayu atau rotan), serta wastra (produk tekstil khas daerah seperti batik dan tenun). Peserta terpilih setelah melalui seleksi administrasi, kurasi, dan verifikasi lapangan untuk memastikan potensi produk dan komitmen usaha.
Tahap pendampingan menjadi kelanjutan dari sesi kelas yang telah berlangsung sebelumnya. Dalam tahap awal, peserta mulai mengidentifikasi HS Code produknya sebagai langkah penting dalam persiapan ekspor. Identifikasi ini menjadi dasar untuk menentukan klasifikasi produk, persyaratan dokumen, serta akses pasar yang sesuai dengan standar internasional.
Selain HS Code, UMKM juga mulai memperbaiki desain kemasan, menyiapkan label informasi gizi, meningkatkan usia simpan produk, dan menyesuaikan tampilan produk agar lebih kompetitif di pasar global. Perbaikan ini dilakukan berdasarkan masukan para praktisi ekspor yang terlibat dalam program NEA.
Pendampingan lanjutan dilakukan melalui sesi satu-satu, di mana satu mentor untuk satu peserta. Dalam sesi tersebut, UMKM dibimbing menyusun rencana aksi ekspor, termasuk penyesuaian kapasitas produksi, strategi pemasaran internasional, hingga persiapan dokumen ekspor yang diperlukan untuk memasuki pasar global.
Bank Indonesia juga mengintegrasikan pendampingan dengan fasilitas business matching bersama calon pembeli internasional. “Pendampingan tidak berhenti di kelas. Peserta akan kami dampingi hingga tahap penjajakan pasar,” ujar Robi.
Program ini turut melibatkan Akademi Mudah Ekspor (AME), Bea Cukai, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Master Bagasi, serta sejumlah praktisi ekspor. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kesiapan UMKM dalam memenuhi standar produk dan prosedur ekspor yang berlaku.
UMKM yang memenuhi persyaratan berpeluang mendapatkan fasilitasi kurasi dan pengiriman sampel produk melalui Master Bagasi untuk penjajakan pasar global. Fasilitasi ini menjadi salah satu pintu masuk bagi UMKM untuk memperluas akses pasar dan menjangkau buyer internasional.
Bank Indonesia Balikpapan berharap rangkaian pendampingan NEA 2026 dapat memperkuat kesiapan UMKM di wilayah Balikpapan, PPU, dan Paser untuk menembus pasar ekspor sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Pewarta: Novi Abdi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.