BI dan TPID Bali gelar pasar murah antisipasi musim kemarau pengaruh El Nino - ANTARA News Bali
Denpasar (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali mengadakan pasar murah untuk menekan kenaikan harga dan memastikan ketersediaan pasokan sebagai antisipasi musim kemarau yang dipengaruhi El Nino.
“Kami melakukan intensifikasi gerakan pangan murah dan pemantauan harga secara berkala,” kata Kepala BI Bali Achris Sarwani di Denpasar, Bali, Rabu.
Bank sentral itu memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi lintas sektor agar inflasi bisa ditekan dan sesuai target.
Adapun kebutuhan pangan yang menjadi prioritas yaitu produk pertanian karena El Nino diperkirakan mempengaruhi produksi pertanian.
Selain pasar murah, pihaknya juga memfasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui peran Perumda Pangan, pemberian bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok tani, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Selain kemarau yang lebih panjang, beberapa risiko yang perlu diantisipasi antara lain berlanjutnya permintaan barang dan jasa yang tinggi pada periode musim puncak kunjungan wisatawan mancanegara diperkirakan hingga September.
Tak hanya itu, tetap tingginya biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor, kata dia, juga perlu diantisipasi pelaku usaha.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali capaian inflasi pada Agustus 2026 berada dalam garis “kuning” atau perlu diwaspadai melampaui target.
Adapun inflasi tahunan di Bali meningkat signifikan pada Agustus mencapai 3,45 persen atau lebih tinggi dibandingkan Juli mencapai 2,42 persen dan sekaligus lebih tinggi dari nasional mencapai 3,19 persen.
Sedangkan target inflasi di Bali yaitu 1,5 persen hingga batas tertinggi yaitu 3,5 persen.
Berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Agustus 2026 bersumber dari peningkatan harga daging ayam ras, tarif angkutan udara, buncis, nasi dengan lauk, dan biaya sekolah dasar.
Risiko inflasi yang lebih tinggi dapat ditahan lajunya oleh penurunan harga bawang merah, bawang putih, bensin, tomat, dan baju kaos tanpa kerah pria.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.