BI Tegal gandeng Pemkab Batang menerapkan transaksi digital
BI Tegal gandeng Pemkab Batang menerapkan transaksi digital
Jumat, 14 Agustus 2026 06:58 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng M Noor Nugroho (tengah), didampingi Kepala Perwakilan BI Tegal Bimala (kanan), dan Deputi Kepala Perwakilan BJ Jateng Andi Reina Sari, saat "Media Briefing se-Jateng", di Kota Pekalongan, Kamis (13/8/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Kota Pekalongan (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Batang mendorong budaya bertransaksi digital melalui berbagai kegiatan, dengan menyasar berbagai kalangan.
Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal Bimala di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis, mengatakan bahwa mendorong kebiasaan bertransaksi digital tidak melulu soal hitung-hitungan angka atau aplikasi di ponsel pintar.
Namun, kata dia, membentuk budaya nontunai justru dimulai dari ruang kelas hingga aksi sosial di lapangan.
Melalui sinergi dengan Pemkab Batang, kata dia, edukasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dilakukan sejak dini.
Anak-anak sekolah diajak mengenal pembayaran digital bukan lewat teori yang rumit, melainkan cerita bergambar dan materi ajaran yang menyenangkan.
Menurut dia, membangun ekosistem digital butuh dorongan budaya yang konsisten dari berbagai lini, termasuk bersinergi dengan pemerintah daerah melakukan berbagai macam upaya.
"Kita masuk edukasinya sejak dini ya, mulai dari pembuatan buku cerita tadi kemudian ada integrasi materi ajar di sekolah-sekolah," katanya usai Media Briefing se-Jateng.
Tak berhenti di bangku sekolah, gerakan nontunai ini juga merambah para aparatur sipil negara (ASN) lewat agenda Pekan QRIS.
Melalui gerakan itu, istilah ASN disuntikkan makna baru sebagai kampanye gaya hidup digital "Aparatur Siap Nontunai".
"Aksi nyata ini ditunjukkan dalam kegiatan olahraga bersama bertajuk ASN Wani Playon pada Jumat 14 Agustus 2026 pagi, yang dirangkai dengan tasyakuran peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus malam di Pendopo Kabupaten Batang," katanya.
Dalam ajang berlari tersebut, para pegawai Pemkab Batang diajak berdonasi secara digital melalui fitur QRIS wakaf.
"ASN itu juga ada singkatannya, Aparatur Siap Nontunai. Itu nanti akan melakukan wakaf yang sudah kami sampaikan ke Pak Bupati Batang M Faiz Kurniawan, nanti beliau yang menentukan lokasi sumurnya," katanya.
Sebelumnya, dalam gelaran Gebyar PAUD Kabupaten Batang, BI Tegal bersama Bupati Batang juga memboyong pengalaman serupa kepada para orang tua murid.
"Kemarin ketika dengan Ibu Bupati atau Bunda Literasi Faelasufa Faiz Kurniawan di Gebyar PAUD, beliau juga mendorong ibu-ibu yang datang untuk wakaf melalui QRIS," pungkasnya.
Lewat kombinasi edukasi usia dini, kegiatan komunitas, hingga aksi kemanusiaan, BI Tegal dan Pemkab Batang optimistis pembayaran nontunai dapat berakar menjadi budaya keseharian masyarakat Batang.
Baca juga: BI Tegal tingkatkan pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.