Biasakan Sederhana, Tya Ariestya Ajak Anak Makan Gultik di Pinggir Jalan
Jadi intinya...
- Tya Ariestya ajarkan kesederhanaan pada anak meski hidup berkecukupan.
- Ia ajak putranya, Kanaka, mencicipi kuliner legendaris Gultik di Mahakam.
- Kanaka terkesan harga murah dan ingin kembali, menciptakan memori indah.
Liputan6.com, Jakarta - Tya Ariestya tetap konsisten mengajarkan kesederhanaan kepada anak-anaknya meski hidup dalam kecukupan. Belum lama ini, ia mengajak sang putra untuk mencicipi kuliner legendaris Gultik di kawasan Mahakam.
"Karena kan ini enggak selamanya tuh bermewah-mewahan gitu. Kita juga harus bisa dan nanti juga punya teman juga kan enggak semua teman-temannya juga mungkin bisa berkelebihan seperti Kanaka alhamdulillah," ujar Tya Ariestya saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (11/08/2026).
"Aku pengen dia bisa masuk ke semua kalangan. Jadi dari sekarang nih dia harus bisa makan di warteg pinter," sambungnya.
Anak Penasaran Harga Makanan di Pinggir Jalan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5238214/original/020615800_1748683199-ww.jpg)
Perbesar
Momen makan di pinggir jalan tersebut ternyata memicu rasa penasaran Kanaka tentang harga makanan tersebut. Tya menceritakan bagaimana anaknya terkejut melihat porsi dan harga yang sangat murah dibandingkan jajanan sekolah.
"Terus sudah gitu kemarin baru tuh Kanaka nyobain makan Gultik. Oke di Mahakam. Terus sudah gitu dia nanya lagi, 'Bunda kok dikit banget nasinya?' Bunda ini satu nasinya berapa? Oke, nah ini gultik nasi gultik ini harganya cuma 7 ribu Kak," katanya.
"Harganya 7 ribu. Oh 7 ribu? Iya ya sudah nanti apa namanya karena kan memang dia enggak sewa tempat mungkin ya kita enggak tahu gitu tempatnya enggak bayar AC dan lain-lain jadi dia bisa kasih harga murah," sambung Tya Ariestya.
Kesan Mendalam Bagi Anak Tya
Pengalaman sederhana ini ternyata memberikan kesan mendalam bagi Kanaka daripada diberikan barang-barang mahal. Tya memang sengaja membangun memori indah melalui aktivitas yang membumi bersama keluarga.
"Bunda boleh enggak Bunda nanti kapan-kapan kita makan ke sini lagi? Aku suka nih Bunda. Memori yang dia ingat mungkin makan Gultik ya kan. Itu adalah memori yang diingat yang akan diingat sampai nanti dia dewasa nanti gitu. Pernah diaajakin Bunda makan di Gultik kayak gitu gitu. Jadi ya kita bikin memori yang banyak saja sih," kata Tya Ariestya.
Baginya, mendidik anak untuk menghargai segala tingkatan ekonomi adalah bekal hidup yang penting. Ia ingin anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang bisa bergaul dengan siapa saja tanpa memandang status sosial.
"Sejak dini juga ekonomi juga dari awal juga aku tetap harus ajarin ya karena kan perjalanan hidup itu kan panjang ya jadi kalau enggak dipupuk dari kecil enggak bisa. Sebenarnya kan kalau dilihat sebenarnya Kanaka tuh apa-apa bisa gampang lah gitu tapi Kanaka tetap belajar sesederhana mungkin sama anak-anak," ujar Tya Ariestya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
5 Fakta Film Dan Bandung: Termasuk Rahasia Tangisan dan Obat Asam Lambung Samo Rafael