Bill Gates tegaskan pentingnya perlindungan dalam pengembangan AI
Bill Gates tegaskan pentingnya perlindungan dalam pengembangan AI
Rabu, 30 September 2026 16:53 WIB
Salah seorang pendiri Microsoft Bill Gates. (Instagram-@thisisbillgates)
Jakarta (ANTARA) - Salah seorang pendiri Microsoft Bill Gates menilai bahwa penggunaan kecerdasan artifisial (AI) tanpa pelindungan dan kemampuan pemantauan dari teknologi itu merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Menurut Gates, kekhawatiran yang lebih besar justru bisa datang ketika pihak-pihak dengan niat buruk memanfaatkan kemampuan AI, seperti membantu aksi bioterorisme atau melakukan penipuan finansial dalam skala besar.
"Hal paling berbahaya yang kita hadapi saat ini adalah orang-orang dengan niat buruk yang menggunakan AI. Tidak pernah ada senjata sekuat kombinasi orang dengan niat buruk menggunakan alat AI terbaru,” kata Gates dalam wawancara program Meet the Press dikutip laporan Engadget, Minggu (27/9) waktu setempat.
Hal itu disampaikan Bill Gates ketika ditanya mengenai pendekatan kill switch untuk membatasi AI, yang diusulkan Gubernur Negara Bagian California Gavin Newsom untuk mengatasi evolusi AI yang terlampau cepat. Gates mengaku tidak akan pernah ingin mengatakan menentang kill switch, namun, langkah tersebut dinilainya tidak akan mengatasi ancaman yang lebih dekat dan mendesak, kekhawatiran yang lebih besar ketika pihak-pihak dengan niat buruk memanfaatkan AI.
Terkait regulasi, Gates mendukung keterlibatan penegak hukum dan politikus dalam pembahasan tentang pelindungan dan pemantauan apa yang harus dimasukkan ke dalam perusahaan AI.
Mantan eksekutif Microsoft itu mengatakan pendekatan tersebut memang akan menambah beban operasional bagi industri, tetapi, tidak akan menyebabkan "perlambatan dramatis" terhadap pengembangan yang sedang mereka lakukan.
Setelah sejumlah CEO perusahaan AI terkemuka sepakat untuk memperlambat laju pengembangan AI, Bill Gates turut menyuarakan dukungan terhadap langkah tersebut dan menyerukan regulasi serta pengamanan yang lebih ketat.
Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Pewarta : -
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.