Bintan Resorts ajak masyarakat jaga kelestarian pesisir melalui aksi bersih pantai
Bintan Resorts ajak masyarakat jaga kelestarian pesisir melalui aksi bersih pantai
Jumat, 18 September 2026 15:12 WIB
Bintan Resorts gelar aksi bersih pantai di Kampung Baru, Desa Sebong Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau dalam rangka memperingati World Cleanup Day (ANTARA/Bintan Resorts)
Batam (ANTARA) - Bintan Resorts mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan di kawasan wisata tersebut untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan pesisir melalui aksi bersih pantai di Kampung Baru, Desa Sebong Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati World Cleanup Day pada 20 September itu melibatkan sekitar 100 peserta yang terdiri atas perwakilan hotel operator, karyawan perusahaan di kawasan Bintan Resorts, serta masyarakat Kampung Baru.
Kepala Pengelola Lingkungan Bintan Resorts Ray Manaek Tobing mengatakan kepedulian terhadap persoalan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya perusahaan maupun pengelola kawasan.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan sampah. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan,” kata Ray dalam keterangan yang diterima di Batam, Jumat.
Menurut dia, Kampung Baru dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan kampung nelayan yang berada di dalam kawasan wisata terpadu Bintan Resorts sehingga edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat dilakukan secara langsung bersama masyarakat.
Dalam aksi tersebut, peserta membersihkan kawasan bibir Pantai Kampung Baru sekaligus memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Dari kegiatan itu ditemukan berbagai jenis sampah, mulai dari tali, karung goni, pecahan kaca hingga botol plastik. Sebagian sampah bahkan telah tenggelam dan tertanam di dalam pasir sehingga membutuhkan upaya lebih untuk mengangkatnya.
Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke Bank Sampah Desaku di Desa Sebong Lagoi untuk dikelola lebih lanjut.
Selain aksi bersih pantai, Bintan Resorts menyerahkan 85 kilogram sampah botol plastik kepada Bank Sampah Desaku.
Sampah tersebut berasal dari berbagai aktivitas di kawasan Bintan Resorts, seperti kegiatan dan acara, hotel, restoran, penghuni kawasan, serta aktivitas lainnya.
Bank Sampah Desaku Sebong Lagoi merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang telah dibina Bintan Resorts sejak 2024.
Ray mengatakan keberadaan bank sampah tidak hanya ditujukan untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang dikelola.
“Sampah yang dapat dimanfaatkan seperti botol-botol plastik akan dicacah dan diolah sebagai bahan baku untuk menghasilkan berbagai produk bernilai guna,” ujarnya.
Sementara sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali akan ditangani sesuai dengan jenis dan karakteristiknya.
Bintan Resorts mengelola kawasan seluas sekitar 23.000 hektare atau setara dengan sekitar sepertiga luas Singapura.
Dari luasan tersebut, sekitar 19.000 hektare telah dikembangkan dengan garis pantai mencapai kurang lebih 42,3 kilometer.
Dengan cakupan kawasan tersebut, pengelolaan lingkungan membutuhkan kolaborasi antara perusahaan, hotel operator, masyarakat, dan berbagai pihak yang beraktivitas di dalam kawasan.
Selain pengelolaan sampah melalui bank sampah, Bintan Resorts juga menjalankan sejumlah program lingkungan lainnya, termasuk penanaman bibit bakau untuk membantu menjaga garis pantai dan mendukung habitat laut.
Program konservasi penyu hijau juga dilakukan melalui pengumpulan dan pemantauan inkubasi telur hingga pelepasan tukik ke laut setelah menetas.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan wisata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kelestarian destinasi wisata merupakan tanggung jawab bersama.
Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.