Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) memperkuat sinergi untuk percepatan penurunan tengkes.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Babel Fazar Supriadi Sentosa di Pangkalpinang, Sabtu, mengatakan kesepakatan kerja sama tersebut menjadi landasan penguatan sinergi dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana, percepatan penurunan tengkes dan implementasi program prioritas Kemendukbangga/BKKBN di Beltim.

"Ini bentuk komitmen Pemkab Beltim dalam mendukung Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting/Tengkes (Genting), kita butuh gerak bersama dengan dukungan aktif berbagai pihak, seperti dunia usaha, mitra pembangunan, organisasi kemasyarakatan, maupun perorangan untuk membantu keluarga yang membutuhkan, seiring keterbatasan anggaran di pemerintah," katanya.

Secara bersamaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Berltim juga melakukan kesepakatan kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kabupaten setempat sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan Program Genting melalui pemanfaatan dana zakat, infak, sedekah dan berbagai bentuk bantuan sosial yang tepat sasaran bagi keluarga berisiko tengkes.

Kolaborasi tersebut juga memperkuat pelaksanaan lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, yaitu Program Genting, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Lansia Berdaya (Sidaya) dan SuperApps. Kelima program ini diarahkan untuk membangun keluarga berkualitas melalui pendekatan yang terintegrasi, mulai dari pengasuhan anak, pencegahan tengkes, penguatan peran ayah, pemberdayaan lanjut usia, hingga optimalisasi layanan digital.

Kesepakatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Pemkab Beltim dalam mendukung Program Genting yang mengandalkan semangat gotong royong dengan menghimpun dukungan dari berbagai unsur di luar pembiayaan APBN dan APBD.

Program Genting tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan nutrisi, tetapi mencakup intervensi yang lebih komprehensif untuk menjawab berbagai faktor penyebab tengkes.

Program Genting mencakup enam bentuk intervensi, yaitu perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan akses air bersih, pembangunan jamban sehat, bantuan nutrisi, edukasi pencegahan dan penanganan tengkes, serta pemberdayaan ekonomi keluarga.

"Penanganan tengkes kita lakukan menyeluruh karena pemenuhan gizi saja tidak cukup apabila lingkungan tempat tinggal keluarga belum sehat," katanya.

Kabupaten Belitung Timur menargetkan 433 keluarga berisiko tengkes, khususnya keluarga yang berada dalam periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), untuk menerima manfaat Program Genting sepanjang 2026. Pada semester pertama tahun ini, intervensi yang berjalan masih didominasi oleh bantuan nutrisi dan edukasi.

"Capaian ini menjadi dasar untuk memperluas dukungan mitra pentahelix (model kolaborasi pembangunan dan inovasi yang melibatkan lima unsur pemangku kepentingan utama, yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha/pelaku bisnis, komunitas/masyarakat dan media massa), agar bentuk intervensi lain dapat segera direalisasikan," ujarnya.

Melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, Baznas, mitra pentahelix, dan sumber pembiayaan non-APBN dan non-APBD yang terus diperkuat, maka intervensi dalam bentuk perbaikan rumah, akses air bersih, sanitasi dan pemberdayaan ekonomi keluarga semakin menjangkau sasaran.

Bupati Beltim Kamarudin Muten mengatakan percepatan penurunan tengkes diperlukan keterlibatan aktif lintas sektor dengan intervensi yang menyentuh aspek kesehatan, lingkungan, sosial, dan ekonomi keluarga.

"Penanganan tengkes membutuhkan kerja sama, tidak cukup hanya dengan bantuan gizi, tetapi juga harus didukung rumah yang layak, air bersih, sanitasi yang sehat, edukasi, serta penguatan ekonomi keluarga," katanya.

Pemkab Beltim berkomitmen mendorong intervensi tepat sasaran, berkelanjutan dan mampu memberikan dampak nyata bagi keluarga berisiko tengkes.

"Komitmen ini kita lanjutkan dengan aksi nyata di lapangan, kami memastikan setiap dukungan benar-benar sampai kepada keluarga sasaran dan membantu memperbaiki kualitas kehidupan mereka secara menyeluruh," katanya.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta/Elza Elvia
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.