BKSDA evakuasi trenggiling dari areal bekas karhutla di Sampit
BKSDA evakuasi trenggiling dari areal bekas karhutla di Sampit
Jumat, 28 Agustus 2026 20:22 WIB
BKSDA evakuasi trenggiling dari areal bekas karhutla di Sampit, Kamis (28/8/2026). ANTARA/HO-BKSDA Sampit
Sampit (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Kalimantan Tengah, bersama komunitas pecinta satwa melakukan penyelamatan seekor trenggiling yang ditemukan di areal bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Bumi Raya 1, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Trenggiling itu diserahkan kepada kami sekitar pukul 23.55 WIB. Kondisinya tampak sehat dan tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya pada tubuhnya,” kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah di Sampit, Jumat.
Muriansyah menjelaskan, trenggiling tersebut ditemukan oleh Komunitas Reptil Sampit yang dipimpin oleh Harie saat melakukan penyisiran di kawasan yang sebelumnya terbakar pada Rabu (26/8) malam, untuk mencari satwa liar yang kemungkinan masih bertahan di kawasan terdampak karhutla.
Dalam kegiatan tersebut, tim menemukan dua satwa, yakni satu ekor ular sanca kembang dan seekor trenggiling dengan berat sekitar dua kilogram.
Setelah mengetahui satwa tersebut merupakan jenis yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan, Harie kemudian menghubungi petugas BKSDA Resort Sampit untuk melaporkan temuan tersebut.
“Karena mengetahui trenggiling merupakan satwa liar yang dilindungi, mereka langsung menghubungi kami. Kemudian disepakati satwa itu diserahkan malam itu juga untuk diamankan,” ujarnya.
Sesampainya di Pos BKSDA Resort Sampit, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisik trenggiling tersebut untuk memastikan tidak terdapat luka akibat kebakaran maupun cedera lainnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan luka bakar pada tubuh satwa tersebut. Trenggiling kemudian ditempatkan di kandang untuk sementara sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan BKSDA.
Baca juga: BPBD Kotim akan gunakan zat tambahan percepat pemadaman karhutla
Muriansyah menyampaikan, bahwa keputusan untuk melepasliarkan kembali trenggiling tersebut dilakukan setelah pihaknya memperoleh arahan pimpinan dan memastikan kondisi satwa cukup baik.
“Karena kondisinya tidak luka dan untuk menghindari stres, akhirnya trenggiling dilepasliarkan di wilayah Kotim pada lokasi yang aman, jauh dari kawasan karhutla,” jelasnya.
Pelepasliaran dilakukan di habitat yang dinilai lebih aman dan nyaman bagi satwa tersebut, namun masih berada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Muriansyah menyebut temuan ini menunjukkan kemungkinan masih terdapat satwa liar yang terjebak atau bertahan hidup di kawasan yang terdampak kebakaran.
Sebagian satwa lainnya juga diduga telah berupaya menyelamatkan diri dengan bergerak menjauh dari kawasan terbakar, termasuk menuju area yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat.
“Kemungkinan masih ada satwa yang terjebak. Ada juga yang sudah menyelamatkan diri dan memasuki areal permukiman,” sebutnya.
BKSDA Resort Sampit juga menerima laporan masyarakat yang mengaku melihat seekor trenggiling di sekitar perumahan yang berada di depan Stadion Sampit.
Baca juga: Pemprov Kalteng sediakan sembako murah untuk sejumlah kabupaten
Petugas kemudian melakukan pencarian berdasarkan laporan tersebut, tetapi satwa yang dilaporkan terlihat warga itu belum berhasil ditemukan.
Muriansyah menambahkan pihaknya bersama komunitas terus melakukan penyisiran di sejumlah kawasan bekas karhutla untuk menemukan satwa liar yang masih hidup dan membutuhkan pertolongan.
Upaya tersebut dinilai penting karena kebakaran tidak hanya berdampak terhadap vegetasi dan lingkungan, tetapi juga mengancam satwa yang kehilangan tempat berlindung serta sumber makanan.
“Kami bersama pihak komunitas berusaha menyisir daerah bekas karhutla untuk mencari dan menyelamatkan satwa liar yang masih hidup,” ungkapnya.
Selain trenggiling, tim juga menemukan seekor ular sanca kembang di lokasi yang sama. Saat ditemukan, kondisi ular tersebut terlihat lemas sehingga penanganannya diserahkan kepada pihak komunitas untuk dirawat.
BKSDA berharap masyarakat yang menemukan satwa liar terdampak karhutla tidak menangkap atau memeliharanya sendiri, terutama terhadap satwa yang dilindungi, tetapi segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani sesuai prosedur konservasi.
Temuan trenggiling tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa dampak karhutla dapat menjangkau berbagai jenis satwa liar, termasuk yang berupaya keluar dari habitatnya untuk menyelamatkan diri dari ancaman api.
“Kami mengimbau masyarakat, kalau menemukan satwa liar terdampak karhutla tidak menangkap atau memeliharanya sendiri, terutama terhadap satwa yang dilindungi, tetapi segera melaporkannya ke kami atau aparat setempat untuk diteruskan ke kami,” demikian Muriansyah.
Baca juga: PT Unggul Lestari gencarkan sosialisasi pencegahan dan bahaya karhutla
Baca juga: DPRD Kotim desak perusahaan sawit lebih maksimal bantu tangani karhula
Baca juga: PWI Kotim turun ke lokasi karhutla bagikan suplemen untuk petugas
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.